Home » Cirebon » Pilwu Cirebon, Panwas Ajak Camat Pelototin Desa Rawan Konflik

Pilwu Cirebon, Panwas Ajak Camat Pelototin Desa Rawan Konflik

CIREBON – Ketua Pengawas Pemilihan Kuwu (Pilwu) Serentak Tingkat Kabupaten Cirebon, Hendra Nirmala menghimbau kepada para tim pengawasan di tingkat Kecamatan agar bisa memberikan perhatian khusus pada desa. Terutama desa-desa yang rawan dan mempunyai potensi keributan dalam penyelenggaraan pilwu serentak yang akan berlangsung pada 25 Oktober 2015 mendatang.

“Ya untuk para pengawas intinya, sekali lagi bahwa, ini (pilwu serentak.red) harus ada perhatian khusus. Terutama tadi, desa-desa yang mempunyai potensi keributan,” ujar Hendra kepada Jabar Publisher usai melakukan konsolidasi pengawasan sampai tingkat kecamatan, di Aula Kantor Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Kabupaten Cirebon, Jumat (9/10).

Dilanjutkannya, tim pengawas pilwu serentak yang ada di tingkat Kecamatan ada lima orang. Yakni Camat selaku ketua, dan anggotanya terdiri dari Kapolsek, Danramil, Sekertaris Kecamatan (Sekmat), Kepala Keksi Pemerintahan (kasipem).

Di mana kelima orang tersebut, kata Hendra, memiliki pekerjaan yang berjenjang. Seperti contoh ketika ada suatu perselisihan yang kemudian tidak bisa ditangani, baru menghubngi tim pengawasan di tingkat Kabupaten. Dan jika terjadi demikian, pihaknya akan turun ke kecamatan atau desa yang bersangkutan.

“Kemudian timwas yang lima orang juga, terutama yang aparat Kecamatannya, tentunya harus selalu memahami atau berpedoman pada aturan. Sehingga ketika melakukan pengawasan dan pembinaan kepada panitia, betul-betul berpedoman pada aturan yang sudah ada,” lanjutnya.

Hendra juga menyampaikan, tugas dari timwas dalam pilwu serentak yakni melakukan pemantauan atau pengawasan di setiap tahapan dalam penyelenggaraan pesta demokrasi tingkat desa tersebut. Selain itu juga, lanjutnya, timwas harus memfasilitasi ketika terjadi permasalahan dalam pilwu serentak, terutama dalam penyelesaian masalah terhadap hasil pemilihan.

“Karena setelah hari H pada tanggal 25 Oktober itu, ada masa keberatan dari calon yang kalah, masa perselisihan namanya, selama 30 hari,” ungkap Hendra.

Di tempat yang sama, Ketua Fasilitasi Pilwu Serentak Tingkat Kabupaten Cirebon, Rahmat Sutrisno menyampaikan, untuk menjaga kondusifitas penyelenggaraan pilwu serentak, masyarakat diharapkan jangan mudah termakan isu-isu yang mampu membawa ke arah yang tidak diinginkan.

“Saya menginginkan pemilihan kuwu ini kondusif. Makanya masyarakat atau bakal calon, dan siapapun, mohon jangan termakan isu-isu murahanlah,” katanya. (gfr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.