Home » Info Jabar » 3 Bidadari di Balik Kejayaan Jabar Kini

3 Bidadari di Balik Kejayaan Jabar Kini

PROVINSI Jawa Barat kini makin berjaya. Tentunya, kejayaan itu tak lepas dari peran orang-orang di dalamnya. Jabar Publisher mencatat, ada tiga pemimpin di Jawa Barat yang sukses membawa nama Jawa Barat semakin populer, mulai di tingkat nasional hingga ke mancanegara. Tiga pemimpin itu adalah Ahmad Heryawan (Gubernur Jabar), Dedi Mulyadi (Bupati Purwakarta) dan Ridwan Kamil (Walikota Bandung). Dan dari ketiga pemimpin yang sukses membawa nama Jabar semakin dikenal, tentunya ada pihak lain yang menjadi “pendorongnya”, yakni sang isteri.

Ya, di balik kesuksesan seorang suami terdapat istri hebat di belakangnya. Kalimat itu bisa untuk menggambarkan kunci sukses suami adalah sang istri. Tak terkecuali dengan tiga kepala daerah ini. Mereka bisa menjadi pemimpin daerah dan sukses membawa nama daerahnya, tentu tidak terlepas dari sosok istri yang hebat. Tak cuma hebat, istri-istri kepala daerah ini pun memiliki paras cantik yang mempesona, juga kecerdasan luar biasa. Pastinya, tak heran pula jika para pemimpin ini membuat iri kaum lelaki.

Tiga “bidadari” di balik sukses para kepala daerah itu adalah Dr. Hj. Netty Prasetiyani Heryawan (isteri Ahmad Heryawan, Gubernur Jabar), Hj. Anne Ratna Mustika (isteri Dedi Mulyadi, Bupati Purwakarta) dan Atalia Praratya Kamil (isteri Ridwan Kamil, Walikota Bandung).

Berikut Profil Ketiga Bidadari itu:

Netty bersama sang suami, Ahmad Heryawan

Netty bersama sang suami, Ahmad Heryawan

Dr. Hj. Netty Prasetiyani Heryawan, lahir di Pacitan, 15 Oktober 1969. Dia adalah seorang aktivis Indonesia yang dinikahi Ahmad Heryawan, Gubernur Jawa Barat periode 2008-2018.

Netty Heryawan dibesarkan di keluarga dengan ayah seorang tentara dan ibu seorang guru. Ia bersekolah di SMA Negeri 14 Jakarta, tempat ia mulai berkecimpung di dunia aktivis, khususnya di bidang sosial dan perempuan, hingga perguruan tinggi. Kuliah S2 dirampungkannya di Universitas Indonesia mengambil jurusan kajian wanita. Netty menikah dengan Ahmad Heryawan, yang ditemuinya di dunia aktivis, pada 13 Januari 1991.

Setelah suaminya menjadi Gubernur Jawa Barat pada tahun 2008, Netty menjadi Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga Jawa Barat. Sebagai Pembina Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca Jawa Barat, Netty menerima penghargaan Nugra Jasa Darma Pustaloka 2011 dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia karena dianggap berhasil mengembangkan budaya gemar membaca, khususnya di provinsi tersebut.

Netty juga membentuk program Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) di tingkat provinsi dan kabupaten. Selain itu, sebagai Wakil Ketua Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Perdagangan Orang Pemerintah Provinsi Jawa Barat, ia sempat ikut menjemput langsung sepuluh orang korban perdagangan manusia asal Jawa Barat di Batam. Pada Januari 2013, Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta menobatkan Netty sebagai Local Hero yang memerangi praktik perdangan manusia berdasarkan voting oleh fans laman Facebook kedutaan tersebut.

Netty pernah menyatakan akan menyiapkan sebuah peti mati bagi suaminya bila terlibat kasus korupsi. Hal itu Ia lakukan sebab selama ini dirinya selalu mendukung sang suami untuk memberantas korupsi.

Anne bersama sang suami, Dedi Mulyadi

Anne bersama sang suami, Dedi Mulyadi

Hj. Anne Ratna Mustika, kelahiran Pandeglang, Banten. Pernah menjadi Mojang Purwakarta dan merupakan keponakan mantan Bupati Purwakarta, rs. H. Bunyamin Dudih, S.H. (periode 1993-2003).

Anne dikenal masyarakat Purwakarta sebagai sosok perempuan bersahaja, keibuan, sabar dan cerdas. Anne juga dikenal sebagai sosok pemberi, selalu membantu warga yang kesusahan. Sebagai Ketua Penggerak PKK Kabupaten Purwakarta, tentunya isteri orang nomor satu di Pemkab Purwakarta ini makin dekat dengan rakyat.

Dan yang paling patut diacungi jempol, Anne tidak pernah menanggapi berbagai isu miring yang menghinggapi suaminya. Anne selalu percaya pada kata hatinya, kalau suaminya itu merupakan sosok terbaik buat dirinya. Berkat pendampingannya juga, Dedi Mulyadi sukses menjabat Bupati Purwakarta selama dua periode. Dan berkat kecerdasannya pula, Anne digadang-gadang menjadi kandidat Ketua DPD Partai Golkar Purwakarta periode 2015-2020, yang diusung oleh Soksi.

Atalia bersama sang suami, Ridwan Kamil

Atalia bersama sang suami, Ridwan Kamil

Atalia Praratya Kamil, lahir pada 20 Nopember 1973. Merupakan istri Wali Kota Bandung Ridwan Kamil. Atalia salah satu istri kepala daerah yang memiliki rupa menawan. Wajah cantiknya tersebut salah satu yang membuat Kang Emil, sapaan Ridwan Kamil jatuh hati kepada wanita 41 tahun itu.

 

Selepas lulus dari SMAN 5 Bandung, Atalia melanjutkan pendidikan di D3 Fakulats Ekonomi UNPAD, dan S1 FISIP Universitas Parahyangan. Dalam keseharian, orang lebih mengenalnya sebagai Atalia Kamil. Sebab, porsi terbesar pengabdiannya memang sebagai pendamping suami tercintanya, Ridwan Kamil, yang kini sedang mengemban amanah luar biasa, memimpin Kota Bandung.

Motto hidupnya, “bahwa hidup saya adalah pilihan, bahwa hidup harus memberi banyak manfaat bagi banyak orang”. Dua buah hati menjadi bagian tak terpisahkan dalam kehidupannya. Mereka, Emmeril K.M. (14 tahun) dan Camillia L.A. (8 tahun), bagi dia dan Kang Emil, mereka karunia terbesar yang pernah ada. Keberadaan mereka menempati prioritas tertinggi, di samping berbagai aktivitas lain yang membutuhkan curahan tenaga dan perhatian, di antaranya sebagai penanggung jawab administrasi dan keuangan PT. Urbane Indonesia, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bandung dan Ketua Dekranasda Kota Bandung. (bay)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.