Home » Nasional » Pria ini Perkosa Isteri Temannya di Depan Anaknya

Pria ini Perkosa Isteri Temannya di Depan Anaknya

PRIA ini perkosa isteri temannya di depan anaknya yang masih balita. Perkosaan dilakukan di tengah sawah dengan ancaman anaknya akan dibunuh. Usai melampiaskan nafsunya itu, pelaku kabur dan baru ketangkap setelah 22 hari pasca kejadian.

Adalah Galih (30), pria sadis pelaku perkosaan terhadap AS (22) yang merupakan isteri dari temannya sendiri, Erl, warga Kampung Cempai, Kota Parepare, Sulsel. Perkosaan dilakukan pada Minggu, (10/1) lalu, di wilayah Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang. Mirisnya, As diperkosa di depan anaknya yang masih balita berusia 1,6 bulan. Bahkan meski tengah “digarap”, As tidak pernah melepas pelukan balitanya yang terus menangis.

Galih baru ketangkap jajaran Polsek Suppa beserta unit Buru Sergap (Buser) Polres Pinrang pada Senin subuh tadi, (1/2/2016) pukul 05.00 Wita. “Dari modus pelaku Galih ini dipastikan sudah ada niat karena sebelum memerkosa, As dan Erl suaminya terlebih dahulu diperdaya,” ujar Kapolsek Suppa, AKP Razak yang dikonfirmasi Senin petang, (1/2/2016).

Peristiwa berawal saat Minggu (10/1/2016) subuh, sekitar pukul 04.00 wita, Galih datang ke rumah As mengetuk pintu dengan keras. Erl keluar menemui dan langsung ikut dengan Galih setelah mendapat informasi kalau ada kerabatnya masuk rumah sakit. Setelah menjauh dari rumahnya sekira 3 kilometer, Galih menurunkan Erl dari sepeda motornya di pinggir jalan dan minta Erl menunggu.

“Galih kemudian kembali ke rumah As dan mengatakan baru saja Erl suaminya bermasalah dengan polisi lalu mengajak As untuk menemui suaminya. As menurut saja dan naik di boncengan motor sembari menggendong anaknya. Bukannya dipertemukan dengan Erl, As justru dibawa ke tengah persawahan,” jelas AKP Razak.

As bingung dan bertanya-tanya tapi Galih tidak menggubris hingga akhirnya As minta dipulangkan karena sudah mulai takut. Tapi Galih membalasnya dengan pelukan dari belakang. As mencoba berontak karena perlakuan Galih yang mulai tidak senonoh namun kekuatan Galih tentu melebihi As apalagi ibu rumah tangga ini sementara menggendong anaknya yang masih kecil.

“Pengakuan korban As saat masukkan laporan, dia terpaksa pasrah daripada dibunuh oleh Galih yang sudah berang karena As menolak terus pelampiasan hasratnya,” kata AKP Razak.

Setelah mengakhiri hajatnya, Galih kemudian memulangkan As yang terus menangis. Erl baru tiba di rumahnya pagi-pagi heran melihat istrinya menangis. Saat berkali-kali ditanya, As pun mengaku jika dia habis diperkosa oleh Galih.

As kemudian ke Parepare diantar ibu kos nya untuk masukkan laporan. Tapi karena kejadian di wilayah Kecamatan Suppa, As pun diarahkan untuk masukkan laporan ke Polsek Suppa.

Selama 22 hari itu, rupanya Galih bersembunyi di Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara. Setelah berhari-hari memonitor pergerakan pelaku melalui pelacakan nomor ponsel Galih melalui istri Galih, dia pun berhasil diringkus.

“Pelacakan nomor ponselnya kita dibantu Polda Sulsel. Hingga akhirnya masuk telepon Galih ke istrinya bahwa akan pulang dan tiba di pelabuhan Bajoe, Kabupaten Bone. Anggota langsung mengejar ke Bajoe dan berhasil meringkus pelaku. Dia kini ditahan di Mapolsek guna proses hukum lebih lanjut,” kata AKP Razak seraya menambahkan, pelaku dijerat pasal 285 KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara. (mdc)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.