Home » Cirebon » Pengalaman Pahit Istri TKI Asal Cirebon Dengan Bea Cukai Dan DHL

Pengalaman Pahit Istri TKI Asal Cirebon Dengan Bea Cukai Dan DHL

CIREBON – Pada umumnya, seseorang yang menerima paket akan senang, karena barang yang ditunggu-tunggu akhirnya datang. Namun tidak demikian bagi Wiwin Rahmawati, Warga Desa Dompyong, Kecamatan Gebang, Kab Cirebon. Dia menerima paket yang dikirim oleh suaminya yang tengah bekerja di Ulsan-Korea dengan menggunakan jasa pengiriman paket DHL.

Paket berupa pakaian, sepatu dan 1 buah handphone tersebut jika ditaksir total harganya Rp 4,5 juta. Namun Wiwin tak bisa menerima paket itu sebelum membayar tagihan/invoice dari DHL senilai 3,9 juta, harga yang jelas mencekik kantong karena jumlah uang yang dibayarkan hampir setara dengan nilai paketnya. Dirasa itu tidak masuk akal, dan khawatir modus penipuan, Wiwin pun menceritakan pengalaman pahitnya kepada “JP”, Rabu (1/2/2017).

“Saya pusing harus bayar 3,9 juta. Uang dari mana? Lhawong harga paketnya saja 4 jutaan,” keluhnya. Ia pun bahkan sudah tak berselera lagi untuk menerima paket kiriman dari suaminya itu. “Mending dibalikin lagi saja ke Korea, saya gak ada uang untuk bayarnya. Suami saya juga bilang dibalikin saja,” imbuh Wiwin.

Sebelumnya, Wiwin sudah menghubungi kantor DHL Cirebon, dengan nomor 0231-200373. Dan diterima oleh salah satu pegawai bernama Iis. Iis menjelaskan, bahwa tagihan yang dibebankan kepada Wiwin adalah biaya pengganti bea cukai yang telah dibayarkan terlebih dahulu oleh DHL. “Jadi kita talangi dulu bayar bea cukainya saat pemeriksaan di bandara. Kalau kurang jelas silahkan tanya ke call center kami,” jawab Iis yang juga sudah dikonfirmasi langsung oleh JP lewat telepon. Untuk kejelasan, redaksi JP meminta pihak DHL melampirkan bukti pembayaran bea cukai yang katanya sudah ditalangi terlebih dahulu oleh DHL saat pemeriksaan. Pertanyaan dari Wiwin sekaligus konfirmasi dari redaksi akhirnya dikirim via email.

Sementara itu, Perwakilan Customer Service (CS) DHL Pusat, Indryani Sahertian melalui email mengatakan, bahwa benar penerima paket harus membayar tagihan atas bea cukai yang sudah dibayarkan terlebih dahulu oleh DHL (rush handling). Pihaknya juga melampirkan kelengkapan document meliputi Billing Direktorat Jenderal Bea Cukai, Bukti Penerimaan Negara (BPN), Surat Persetujuan Pengeluaran Barang, dsb. “Adapun yang telah diinformasikan oleh rekan kami di DHL Cirebon, benar adanya bahwa memang untuk biaya bea masuk telah dibayarkan terlebih dahulu oleh DHL. Hal ini karena layanan yang kami gunakan bersifat rush handling,” ujarnya. Dari lampiran dokumen itu tertulis tarif bea masuk 30% = 1,8 juta, PPn 10% = 780 ribu, PPh 15% = 1.170 ; sehingga jumlahnya Rp 3.750.000,. Jumlah tersebut ditambah biaya lain-lain menjadi Rp 3,9 juta

Menyikapi hal ini, Ketua Laskar Indonesia Koko Ali Permana mengaku prihatin karena masyarakat awam tak banyak tahu soal regulasi pengiriman barang dari luar negeri dan tarif bea cukai. Banyak pula masyarakat yang menjadi korban penipuan akibat ulah pihak yang tak bertanggung jawab. “Harusnya ada sosialisasi yang rinci kepada masyarakat sehingga tidak kaget saat harus membayar sejumlah tagihan yang memang jumlahnya fantastis,” ungkap Koko.

Ia juga berharap, regulasi tentang pajak bea cukai pengiriman paket juga dapat direvisi oleh pemerintah, sehingga masyarakat sebagai konsuemen dapat nyaman menerima paket dari keluarga mereka yang bekerja sebagai TKI atau TKW. “Minimal pihak jasa pengiriman bisa menginformasikan biaya-biaya lainnya, dan memberi tahu barang apa saja yang pajaknya mahal, atau barang apa saja yang tidak kena pajak, dan itu sudah diketahui penerima sebelum barang dikirimkan. Jadi penerima barang di tanah air bisa prepare kan kalau sudah tahu estimasi harganya. Nah ini PR jasa pengiriman paket dan bea cukai juga agar lebih transparan,” ulasnya. Salah seorang netizen, juga mengaku kecewa dengan pelayanan dan tarif selangit yang dibebankan kepada dirinya selaku importir (penerima barang – red) dengan menggunakan jasa pengiriman paket DHL. Ia pun menuliskan kisah pahitnya melalui website innovamei.com. Silahkan baca dengan seksama ulasan ini: ngobrol impor barang dari luar negeri. (jay/lni)

Berikut dokumen yang dikirim DHL ke email redaksi jabarpublisher.com :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*