Home » Cirebon » Suami Selingkuh Lalu Nikah Siri, Taryati Ngadu Ke Pemkab Cirebon

Suami Selingkuh Lalu Nikah Siri, Taryati Ngadu Ke Pemkab Cirebon

CIREBON – Hj. Taryati (51) meradang dan murka usai mengetahui Suaminya NG, seorang guru PNS disalah satu SMA Negeri diwilayah timur Kabupaten Cirebon telah menikah lagi dengan seorang janda yang merupakan guru PNS juga disalah satu SD Negeri diwilayah timur Kabupaten Cirebon.

Keseriusan Hj. Taryati yang konon akan melaporkan prilaku suaminya tersebut akhirnya dibuktikan dengan tiba dikantor Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kabupaten Cirebon, Selasa (16/5/2107). Setibanya di kantor BKPPD, Hj. Taryati pun disambut dan diterima langsung Kabid Penilaian Kinerja Aparatur Dan Penghargaan (PKAP) BKPPD Kabupaten Cirebon.

Dihadapan Kabid PKAP BKPPD Kab Cirebon, Hj. Taryati yang merupakan warga Dusun 04 RT/RW 002/007 Desa Pakusamben Kecamatan Babakan Kabupaten Cirebon terbilang berani dan tegas langsung membeberkan persoalan inti rumahtangganya dan prilaku perselingkuhan yang dilakukan suaminya hingga menikahi wanita lain secara siri.

“Saya ucapkan terimakasih kepada Pak Kabid yang sudah menerima dan menemui kedatangan saya dikantor BKPPD, Insya Allah laporan tertulis akan segera saya buatkan untuk kelengkapan adminsitrasinya,” ucap Hj. Taryati. Hj. Taryati pun mengapresiasi kesigapan dan ketanggapan Kabid PKAP BKPPD yang langsung mendengar dan merespons aduan dan laporan dirinya.

Dirinya menegaskan, dengan adanya langkah seperti ini merupakan bagian dari hak-hak seorang istri PNS, artinya, prosedur dan peraturan perundang-undangan harus ditegakkan demi terwujudnya rasa keadilan. “Pak kabid sudah sangat respon dan banyak memberikan masukan baik kepada saya, saya juga sudah sampaikan semua isi hati saya ke beliau. Semoga masalah ini segera dapat diproses nantinya,” harap Hj. Taryati.

Kabid PKAP BKPPD Kabupaten Cirebon, Sri Darmanto membenarkan adanya laporan seorang istri atas pernikahan suaminya (NG, red) yang tercatat sebagai PNS dengan seorang wanita lain yang masih tercatat aebagai PNS juga. Menurutnya, kehadiran Hj. Taryati ke kantornya masih bersifat aduan atau laporan secara lisan saja, untuk itu jika kasus tersebut minta diproses dirinya meminta kepada Hj. Taryati untuk segera melengkapinya secara laporan tertulis, saksi atau bukti-bukti kasusnya untuk kelengkapan administrasi.

“Karena NG mengajar di SMA negeri yang berada dibawah langsung Pemerintah Provinsi Jawa Barat, maka kami akan berkoordinasi dengan pihak BKPPD Provinsi Jawa Barat. Mungkin yang bisa kami proses disini adalah istri muda atau wanita yang dinikahi NG, karena istri mudanya NG ini kan mengajar di SD negeri yang ada dilingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon,” tuturnya singkat. (crd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.