Home » Info Jabar » DBMPR Jabar Targetkan Perbaikan Jembatan Cipamingkis Selesai Desember 2017

DBMPR Jabar Targetkan Perbaikan Jembatan Cipamingkis Selesai Desember 2017

DBMPR Jabar Targetkan Perbaikan Jembatan Cipamingkis Selesai Desember 2017

BOGOR – Masih ingat peristiwa amblasnya Jembatan Cipamingkis pada bulan April 2017? Hingga kini Pemprov Jabar terus melakukan perbaikan progres demi progres melalui leading sektor infrastruktur Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMTR) Provinsi Jawa Barat. Dinas yang dikomandoi HM Guntoro ini, ditargetkan rampung pada Desember 2017.

Untuk diketahui, jembatan naas yang berada di Kampung Jagabita, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor itu, amblas akibat tergerus banjir dan air deras. Akibatnya, akses jalan antara Jonggol dan Cianjur terputus. Sambungan jembatan itu patah akibat salah satu tiang penyangganya bergeser.

“Mudah-mudahan perbaikan jembatan Cipamingkis ini selesai awal Desember 2017 atau sebelum puncak musim penghujan di wilayah Bogor dan Jawa Barat,” kata Kepala DBMPR Jabar HM Guntoro melalui Kepala Balai Pengelolaan Jalan Wilayah I Yongga Bhakti (13/9/2017).

Ia menuturkan, mengacu pada target dan sesuai dengan lelang perbaikan jembatan Cipamingkis pada 22 Mei 2017, pekerjaan harus selesai pada 24 Desember 2017. “Hingga saat ini, progres pengerjaan perbaikan jembatan sudah sekitar 52 persen,” ujarnya.

Menurut Yongga, perbaikan jembatan dilakukan secara permanen. Pada tahap awal, sudah dikerjakan pembongkaran lantai bagian atas jembatan yang ambrol, lalu dilanjutkan dengan tahapan pengecoran atau pembetonan pilar-pilar jembatan.

“Mudah-mudahan rangka jembatan yang sudah dipesan bisa selesai dengan cepat. Sehingga awal Desember ini jembatan sudah bisa digunakan dan dilintasi kendaraan kembali. Jembatan yang dibangun pada 1985 itu memiliki panjang sekitar 90 meter dan dibagi menjadi tiga bentang masing-masing sekitar 30 meter. Dua dari tiga bentang jembatan, sekitar 1,5 meter amblas dan nyaris ambruk,” katanya.

Adapun perbaikan jembatan yang menggunakan dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi Jawa Barat sebesar Rp 7 miliar itu rencananya mengangkat dua bentang ruas jembatan yang amblas dan akan dijadikan satu bentang. “Dua bentang jembatan yang amblas ini akan kita gabungkan menjadi satu rangkaian. Sehingga nanti jembatan ini memiliki dua bentang, yakni bentangan pertama 30 meter yang lama, ditambah dengan bentang 60 meter,” ujarnya.

Jika ditotal, kata Yongga, nilai perbaikan mencapai Rp 12 miliar. Namun saat ini pemerintah hanya menggunakan anggaran perawatan jembatan Cipaminggis tahun anggaran 2017. “Karena mendesak, makanya anggaran yang lama untuk perbaikan pondasi jembatan di-review desain awal untuk perbaikan pondasi menjadi perbaikan bentang jembatan,” ucapnya.

Sedangkan rencana awal pembangunan pondasi beton jembatan agar tidak terkikis air yang meluap akibat banjir akan dianggarkan dalam APBD 2018. “Tahun depan, kita juga akan masukkan anggaran tambahan Rp 10 miliar untuk menaikkan pondasi dan turap dalam APBD 2018,” tuturnya.

Dia mengatakan, selama perbaikan jembatan tersebut, arus lalu lintas kendaraan dialihkan ke jembatan darurat dan jalan alternatif yang sudah disiapkan. “Memang ada yang mengeluh terjadi pungutan liar agar kendaraan bisa melintas. Namun, setelah dicek ke lapangan, itu dilakukan warga sekitar yang ikut membantu mengatur lalu lintas,” katanya. (jp/adv)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*