Home » Headline » “Si Melon” Mulai Langka

“Si Melon” Mulai Langka

CIREBON – Gas elpiji ukuran tiga kilo atau biasa akrab dengan sebutan gas melon saat ini hilang dari permukaan. Pasalnya pantauan dilapangan kelangkaan gas berukuran dan diperuntukan bagi masyarakat miskin kini sangat susah untuk ditemui.

Wanto (38) warga Kecamatan Sumber Kabupaten Cirebon, dirinya untuk mencari satu tabung gas ukuran 3 kilo ini dari mulai kesusahan, pasalnya sebelum mengalami kelangkaan ia hanya mencari disekitaran rumahnya yang biasanya menemukannya kini ia tidak bisa menemukannya.

“Biasanya diwarung samping rumah ada, kalau ga ya didepan jalan,” katanya sembari tergopoh-gopoh karena kelelahan mencari gas 3 kilo yang saat ini mengalami kelangkaan, Sabtu (9/12/2017).

Pedal sepeda yang ia tumpangi terus ia gotel hanya untuk mencari satu tabung gas 3kilo, pasalnya sejak tadi pagi anak-anaknya belum makan nasi karena tidak adanya sumber api. “Ya kira-kira sudah hampir 4 kilo saya mengayuh sepeda ini mas, hanya ingin mendapatkan gas 3kilo saja tapi susahnya minta ampun, kalau ga dapat juga gas 3kilo ini ya terpaksa masak nasi memakai kayu bakar, supaya anak-anak bisa makan,” ungkapnya.

Dikatakan bapak yang sehari-harinya berjualan mainan berkeliling ketiap sekolah-sekolah meminta kepada pemerintah agar tidak terus menyusahkan masyarakat miskin seperti dirinya. “Pedapatan saya tidak menentu mas, kadang 50ribu kadang ya sepi, kalau lagi ramai ya bisa nyampe 100ribu perhari. Saya berharap kepada pemerintah bagaimana cara menanggulangi kelangkaan gas 3kilo ini dan kalau bisa kelangkaan gas 3kilo ini disudahi,” harap bapak yang memiliki 4 orang anak ini.

Hal senada dengan kelangkaan gas 3kilo ini dirasakan masyatakat Kecamatan Plumbon Kabupaten Cirebon, Tantri (34) ibu rumah tangga yang sehari-hari berjualan warung kelontongan mengaku biasanya ia mendapatkan pasokan dari pangkalan gas, namun untuk menghidupkan kompornya susah mendapatkan gas. “Boro-boro untuk masyarakat, untuk saya saja saya harus nyari dulu,” katanya.

Pantauan dilapangan, akibat kelangkaan gas 3kilo harga biasa di eceran masyatakat bisa memberli dengan harga Rp. 20ribu kini langsung melonjak diangka Rp. 25ribu. (gfr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.