Home » Cirebon » Begini Hasil Monitoring Sembako Di Pasar Ciledug

Begini Hasil Monitoring Sembako Di Pasar Ciledug

CIREBON – Jelang tahun baru 2018, Muspika Ciledug melakukan monitoring sembako di pasar Ciledug Kecamatan Ciledug, Kabupaten Cirebon. Dari hasil monitoring tidak ditemukan harga barang yang mengalami kenaikan signifikan, selain itu, ketersedian sembako dinilai aman.

Camat Ciledug Solihin HS, kepada “JP” mengatakan, monitoring yang dilaksankan bersama Muspika dan dibantu oleh ormas yang ada di Kecamatan Ciledug tersebut dilaksanakan untuk memantau situasi pasar terutama sembilan bahan pokok (sembako). Yang biasanya mendadak menaikan harga yang melejit dan juga mendadak menghilang dari pasaran, dari hasil pantuan di beberapa kios ternyata kondisinya aman.

“Ketersedian sembako dipasaran boleh dikatakan dalam posisi aman, harga juga relatif aman hanya beberapa barang seperti beras dan telor yang memngalami kenaikan harga,” kata Solihin, Rabu (27/12).

Masih dikatakan Solihin, sayur mayur dan daging serta ikan juga ketersediannya cukup aman dan tidak ada kenaikan yang dialami, beberapa harga bumbu seperti cabai keriting memang mengalami kenaikan tetapi tidak signifikan seperti kejadian beberapa bulan lalu, masih berkisar Rp. 24 ribu perkilogram, begitu juga harga daging termasuk masih stabil, untuk harga daging sapi Rp 120 ribu perkilogram dan daging kambing Rp 110 ribu perkilogram. “baik sembako, sayur mayur, daging dan ikan ketersediaan maupun harga masih aman,” ujarnya.

Salah seorang pedagang sembako di pasar Ciledug, Emin mengatakan, harga sembako hampir rata-rata tersedia dan harga juga stabil, kenaikan terjadi pada harga telor yang mengalami enaikan dari Rp 20 ribu perkilogram pada minggu ini mengalami kenaikan dikisaran Rp 24 ribu perkilogram, kenaikan juga terjadi pada beras yang mengalami kenaikan sebulan lalu, beras mengalami kenaikan hampir setiap minggu, contoh seperti beras yang termurah Rp 8.500 perilogram terus merangkak naik hingga saat ini dikisaran Rp 11.500 perkilogram, dan beras bagus seperti beras pandan wangi yang sebualan lalu dikisaran Rp 10.000 perkilogram kini sudah diangka Rp. 13.000 perkilogram. “Untuk harga beras kemungkinannya akan terus mengalami kenaikan sampai nanti panen raya,” pungkasnya. (crd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.