Home » Cirebon » Dana Desa Seret Kuwu Ini Masuk Penjara

Dana Desa Seret Kuwu Ini Masuk Penjara

CIREBON – Mengemban amanah dalam menjadi Kepala Desa (Kuwu) membutuhkan mental yang baik. Jika tidak, bukan kemajuan desa dan prestasi yang didapat, namun justru akan membuahkan jeruji besi. Transparansi dan publikasi dalam mengelola anggaran Desa yang berjumlah ratusan juta hingga miliaran rupiah sangat dibutuhkan, sebagai informasi sekaligus langkah prefentif terjadinya korupsi baik secara perorangan maupun berjamaah.

Jangan sampai ada lagi kuwu di Cirebon yang bernasib seperti Sahroni bin Sutara selaku Kuwu Winong, Kecamatan Gempol, Kabupaten Cirebon. Karena diduga melakukan korupsi dana desa (DD), Ia digelandang ke Rutan Kebonwaru Bandung, pekan lalu. Tersangka diduga melakukan tindak korupsi sebesar Rp 131 juta. Nominal itu merupakan penyalahgunaan tersangka untuk Titisara dan Pajak Desa tahun 2016.

“Totalnya itu ada kerugian negara yang sesudah dihitung adalah Rp 131 juta dan sudah dikembalikan sekitar Rp 70 juta,” ujar Kasi Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Cirebon, Aditya Rakatama baru-baru ini. Kejari Kabupaten Cirebon juga sudah menerima proses serah terima barang bukti dari penyidikan Polres Cirebon terkait tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh terduga.

Sahroni dijerat pasal 2 ayat 1 juncto pasal 3 juncto pasal 8 juncto pasal 18 UU Tipikor nomor 31 tahun 1999 yang diubah dan ditambah dengan UU no 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU no 31 tahun tahun 1999 tentang Tipikor.

Tersangka dibawa dan akan dititipkan di Rutan Kebonwaru sejak tanggal 23 Agustus selama 20 hari ke depan untuk menjalani proses persidangan selanjutnya di PN Bandung. “Selanjutnya, kami sidangkan di PN Tipikor Bandung. Jaksanya dari Kejari Kabupaten Cirebon,” katanya. Sahroni bin Sutara disangkakan melakukan korupsi dana tersebut berdasarkan hasil laporan masyarakat kepada Polres Cirebon. (red/tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.