Home » Cirebon » Sudah Pakai Rompi KPK, Sunjaya Keukeuh Ngeles Terima Suap

Sudah Pakai Rompi KPK, Sunjaya Keukeuh Ngeles Terima Suap

JAKARTA – Bupati Cirebon Sunjaya Purwadisastra resmi ditahan selama 20 hari kedepan di Rutan Cabang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia merupakan salah satu tersangka yang ditetapkan oleh KPK dalam kasus dugaan suap terkait mutasi jabatan, proyek dan perizinan di kota udang itu.

Saat menuju mobil tahanan dan sudah menggenakan rompi tahanan bewarna oranye, Jumat (26/10/2018) sekitar pukul 00:09 WIB, Bupati Cirebon ini sempat berkomentar terkait kasus yang membelitnya. Sunjaya membantah alias keukeuh ngeles bahwa dia menerima suap senilai Rp 100 juta.

“Saya disangkakan menerima uang Rp 100 juta itu. Sampai sekarang saya belum pernah terima uang itu,” ucapnya saat hendak masuk mobil tahanan KPK.

Dia juga membantah adanya penerimaan terhadap dirinya yang diduga fee total senilai Rp 6,425 miliar yang tersimpan dalam rekening atas nama orang lain yang berada dalam penguasaan Bupati Cirebon. “Enggak ada itu. Tidak ada (Rekening senilai Rp 6,425 Miliar atas nama pihak lain namun dalam penguasaan Sunjaya),” imbuhnya.

Sementara, Sekretaris Dinas PUPR Pemkab Cirebon, Gatot Rachmanto juga resmi ditahan KPK. Gatot merupakan pemberi suap Bupati Cirebon, Sunjaya Purwadisastra.

Gatot keluar dari gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (25/10) sekitar pukul 23.10 WIB mengenakan rompi tahanan warna oranye. Dia hanya tersenyum tanpa sepatah katapun Gatot langsung berjalan menuju mobil tahanan. Penyuap ini juga tampak memakai tas ransel di bagian depan tubuhnya.

Sebelumnya, KPK menetapkan Bupati Cirebon, Sunjaya Purwadisastra dalam kasus dugaan suap terkait mutasi jabatan, proyek dan perizinan di Kabupaten Cirebon. “KPK meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan dengan menetapkan 2 orang sebagai tersangka,” ungkap Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan Persada, Kamis (25/10).

Tak hanya itu, sebut Alex lembaganya juga menetapkan Seketaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Cirebon, Gatot Rachmanto yang diduga sebagai pemberi suap sebagai tersangka.

Alex menduga Bupati Cirebon menerima hadiah atau janji terkait mutasi, rotasi dan promosi jabatan serta terkait proyek dan perizinan Pemkab Cirebon. Bahkan, diduga menerima fee total Rp 6,4 Miliar yang tersimpan dalam rekening atas nama orang lain yang berada dalam penguasaan Bupati Cirebon. (jpc/dbs)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.