Home » Cirebon » Jelang Pleno, Santunan Wafat 13 Petugas KPPS Di Kab Cirebon Belum Juga Cair

Jelang Pleno, Santunan Wafat 13 Petugas KPPS Di Kab Cirebon Belum Juga Cair

CIREBON – Rapat pleno terbuka sebagai tahap akhir perhelatan Pemilu 2019 tinggal menghitung hari. Namun hingga hari ini, Jumat (17/5/2019) masih banyak Anggota KPPS meninggal dunia yang belum mendapatkan santunan, padahal pleno akan digelar pada Rabu (22/5/2019) mendatang. Di Kab Cirebon sendiri, terhitung ada 13 petugas KPPS yang meninggal dunia dan semuanya belum menerima santunan sebesar Rp 50 juta per orang dari Pemprov, seperti disampaikan Gubernur Jabar Ridwan Kamil beberapa waktu lalu.

AHLI WARIS – Para ahli waris menunjukkan surat penolakan dilakukannya autopsi sekaligus saat diwawancarai JP.

Hasil konfirmasi JP ke beberapa ahli waris anggota KPPS yang wafat, hingga kini mereka masih menunggu kepastian pencairan santunan tersebut. Disisi lain, justru santunan dari Pemkab Cirebon sebesar Rp 2,5 juta jauh-jauh hari sudah digelontorkan berikut piagam penghargaan untuk 13 ‘pahlawan demokrasi’ itu.

Johari, salah seorang ahli waris dari Mustari, Anggota KPPS asal Desa Pakusamben, Kec Babakan, Kab Cirebon, mengatakan, pihaknya sangat mengharapkan santunan tersebut. Ia juga sudah mendengar informasi soal santunan itu baik secara lisan maupun dari media online.

“Semoga apa yang sudah direncanakan oleh pemerintah berkenaan dengan santunan dari Pemprov Jabar ini bisa segera disalurkan. Karena yang kami dengar, pak Gubernur Jabar juga sudah menyerahkan langsung santunan kepada keluarga korban (ahli waris) beberapa waktu lalu di Gedung Sate,” ujar Johari.

Senada dengan penuturan Darwini, istri atau ahli waris dari Suad, Petugas Linmas dari TPS 03, Desa Gagasari, Kec Gebang, Kab Cirebon yang diduga meninggal karena kelelahan. “Ikhlas sih ikhlas saya juga, namanya juga takdir harus ditinggal mati suami saat tugas. Tapi kalau dibilang butuh, ya saya juga masih butuh nafkah dari suami saya, karena dia tulang punggung keluarga,” tuturnya.

Ditanya soal santunan, wanita paruh baya itu menjelaskan dengan sumringah. Ia berharap pemerintah bisa benar-benar merealisasikan santunan untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarganya. “Santunan yang dari pak bupati Cirebon Alhamdulillah saya sudah dapat Rp 2,5 juta sama piagamnya juga. Ya saya seneng banget kalau memang ada santunan lagi dari Pak Gubernur, yang jumlahnya bagi kami sangat besar” ucapnya didampingi sejumlah perangkat desa Gagasari.

Sementara itu, Sekretaris KPU Cirebon Sonson M Ichsan, didampingi Nono salah seorang staf yang mengurus masalah santunan Petugas KPPS yang wafat menjelaskan, bahwa pihaknya sudah mengajukan sejumlah nama kepada Pemprov Jabar seperti yang diminta gubernur. “Kita sudah ajukan, total ada 13 orang yang menerima santuan. Awalnya 12 orang, tapi ada 1 orang lagi menyusul, yaitu anggota KPPS dari Weru. Kami sudah fasilitasi berikut syarat-syarat dan nomor rekening penerima (ahli waris),” ujarnya, Rabu (15/5/2019).

Sonson menjelaskan, ada aturan khusus bagi petugas KPPS yang meninggal dan bisa tercover santunan Pemprov Jabar. “Ada deadline (batas waktu) maksimal sampai 4 Mei yang bisa dicover santunan. Satu orang yang meninggal itu diatas tanggal 4 Mei, tapi meski begitu tetap kita coba ajukan,” terangnya sambil menyebutkan bahwa syarat-syarat yang dimaksud antara lain SK KPPS, KK, KTP, Surat Kematian dan No Rekening Bank.

Ditanya soal komunikasi terakhir dengan Pemprov Jabar, Sonson menjelaskan update informasinya. “Kemarin memang ada kekurangan data dari ahli waris, tapi sudah dilengkapi. Informasinya di pemprov juga lagi repot (verifikasi). Yang pasti kalau ada kabar pasti saya laporkan toh pencairan juga langsung disetor ke rekening ahli waris. Dan saya harap, media juga bisa membantu mengawal,” kata Sonson.

Gubernur Jabar: Jangan Di Lama-lamain!

Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan santunan dan penghargaan kepada para petugas KPPS di Jabar yang wafat selama perhelatan Pemilu 2019. Santunan itu diberikan langsung oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil kepada perwakilan keluarga ahli waris di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Selasa (23/4/2019) lalu.

“Kita memberikan penghargaan bagi mereka yang kita sebut pahlawan demokrasi ini, santunan Rp 50 juta per mereka yang berpulang,” ujar Emil. Proses pemberian santunan akan dilakukan setelah pihak keluarga mengisi kelengkapan data. Meski tak sebanding dengan pengorbanan para petugas, ia berharap santunan itu bisa meringankan beban keluarga yang ditinggalkan.

SANTUNAN – Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat mengundang sejumlah ahli waris ke Gedung Sate terkait pemberian santunan Petugas KPPS yang wafat.

“Keputusannya baru, tentu proses by name by address-nya (verivikasi) tidak secepat yang kita bayangkan. Hari ini diberi surat keterangan, setelah itu nanti kita transfer setelah data nomer rekening masuk dan data penerima terverifikasi. Saya bilang jangan dilama-lamain,” tegas Gubernur Jabar.

Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat Iwa Karniwa mengatakan, anggaran santunan itu berasal dari dana tak terduga. “Dari dana tak terduga kita konsultasi dengan Kemendagri dimungkinkan untuk menggunakan dana itu. Dengan adanya fatwa itu, kami akan segera kami memberikan santunan sesuai arahan gubernur. Kita tunggu kelengkapan data dulu,” jelasnya. (jay/adi/crd)

RUMAH DUKA – Suasana di rumah Sutardi, Anggota KPPS asal Desa Siliasih, Kec Pabedilan yang wafat.

Berikut Nama-nama Perugas KPPS Di Kab Cirebon Yang Terdata Menerima Santunan Sebesar Rp 50 Juta dari Pemprov Jabar :

  1. H. Ngadiono Supa’at (60 tahun), Desa Kecomberan – Kec Talun
  2. Samsudin (44 tahun), Desa Pilangsari – Kec Kedawung
  3. Suad (68 tahun), Desa Gagasari – Kec Gebang
  4. Kaelani (55 tahun), Desa Kaliwedi Lor – Kec Kaliwedi
  5. Sarmadi (55 tahun), Desa Beberan – Kec Palimanan
  6. Sutardi (52 tahun), Desa Siliasih – Kec Pabedilan
  7. Tarki (66 tahun), Desa Karanganyar – Kec Panguragan
  8. Sumadi (48 tahun), Desa Kepundan – Kec Dukuhpuntang
  9. Tasdi (58 tahun), Desa Kubangkarang – Kec Karangsembung
  10. Hikayat (51 tahun), Desa Blender – Kec Karangwareng
  11. Nasmin (51 tahun), Desa Surakarta – Kec Suranenggala
  12. Mustari (77 tahun), Desa Pakusamben – Kec Babakan
  13. Hasan Bisri (39 tahun), Desa Weru Lor – Kec Weru

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.