Home » Bisnis » KSP “Buana Artha Prima Pabuaran” Dikabarkan Bangkrut, Ini Penjelasan Kepala Koperasi

KSP “Buana Artha Prima Pabuaran” Dikabarkan Bangkrut, Ini Penjelasan Kepala Koperasi

CIREBON – Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Buana Artha Prima Pabuaran, Di Desa Pabuaran Lor, Kec Pabuaran, mungkin sudah tak asing lagi bagi masyarakat di Wilayah Cirebon Timur. Bagaimana tidak, koperasi ini terbilang paling mudah dalam pencairan dana pinjaman dan tanpa survey pula.

KONFIRMASI – Wartawan JP, Adi (kiri), saat mengkonfirmasi Kepala Koperasi Buana Artha Prima, Roland via telepon, disaksikan Agus (kanan) selaku Wakil Kepala Koperasi, Kamis (27/6/2019).

Namun pasca Lebaran 2019, KSP yang kantor induknya berada di Semarang ini didera kabar tak sedap yang menyebutkan bahwa Koperasi Buana Artha Prima Pabuaran akan kolaps alias bangkrut. Info ini bahkan diperkuat dengan ditolaknya pengajuan nasabah baru yang ingin mengajukan pinjaman oleh pihak koperasi. Suasana saat siang hari di KSP itu pun tak lagi ramai seperti biasanya, kini nampak sepi.

“Gak bisa (pinjam) mas, sekarang yang bisa pinjam hanya nasabah lama saja. Kabarnya sih karena banyak tunggakan yang tidak tertagih. Saya tahu disitu prosesnya mudah dari tetangga saya yang nyimpan BPKB motor,” ungkap RR calon nasabah asal Kec Losari, Senin (24/6/2019).

Senada dengan ungkapan HS, calon nasabah asal Kec Gebang. “Rencananya saya mau nyimpan BPKB mobil di KSP Buana Artha Prima, tapi ditolak dengan alasan saya nasabah baru yang belum tahu historisnya. Jelas lah saya tersinggung, di tempat lain kita malah jadi rebutan, dengan promo yang gak kalah menarik. Harusnya manajemen bisa menjelaskan secara arif agar tidak menyinggung nasabah, karena bisnis itu kan erat kaitannya dengan kepercayaan. Soal historis, bisa dicek langsung ke OJK atau BI, toh semuanya online sekarang, jadi jangan asal vonis,” ujarnya, Rabu (26/6/2019).

Mendengar kabar itu, JP akhirnya mengkroscek ke Koperasi dan Finance lain di Pabuaran, Sidanglaut, bahkan sampai ke Lemahabang di hari yang sama. “Yang saya dengar sih mau bangkrut karena ada sekitar Rp 2 miliar uang di luar yang tidak tertagih. Padahal Koperasi Buana ini sering jadi ‘pahlawan’ bagi kami. Maksudnya kalau ada nasabah yang sulit bayar, kita arahkan nasabah itu untuk take over ke sana. Tapi sekarang sudah gak bisa lagi kang,” ujar A, seorang kolektor finance senior.

Lain halnya dengan I, marketing finance yang juga sudah lama bergelut di dunia leasing. “Ke koperasi itu juga boleh, apalagi di sana kan tidak harus diketahui suami atau istri, bunga ringan, tanpa survey pula. Cuma hati-hati kang, karena sekarang lagi sakit koperasinya. Di tempat lain, banyak nasabah yang sulit mengambil jaminan mereka kalau sudah mau bangkrut. Tentu dengan alasan yang beragam juga,” sindirnya.

Adapun P, sumber JP lainnya mengatakan bahwa di KSP Buana Artha Prima sedang melakukan perampingan karyawan dan merubah pola manajemen. “Sekarang gak bisa lagi pakai mediator, karena kondisinya lagi gak sehat. Banyak juga karyawan freelance yang didepak. Jadi yang benar-benar bekerja itu cuma karyawan tetap saja, efisiensi lah istilahnya. Pola yang dulu seperti titip denda, batal tarik, dan semacamnya juga sudah tidak bisa lagi. Sekarang lebih ketat, karena banyak kredit macet akibat terlalu mudahnya pencairan,” jelasnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi di kantor Koperasi Buana Artha Prima Pabuaran, Kamis (27/6/2019), Kepala Koperasi sedang tidak berada ditempat dan hanya ditemui wakilnya, Agus. Namun Agus tidak berani memberikan statment kepada wartawan. Lalu ditelepon lah Roland, selaku Kepala KSP Buana Artha Prima Pabuaran. Saat dikonfirmasi via telepon, Roland, membenarkan bahwa memang untuk saat ini koperasi yang dipimpinnya itu tidak bisa melakukan pencairan, khususnya kepada nasabah baru. “Sementara, sebelum sampai sesudah lebaran kita stop dulu untuk realisasi pencairan buat nasabah baru. Itu sebagai pertimbangan kami, karena kebanyakan masyarakat yang bekerja di luar kota saat lebaran itu pada mudik dan setelah lebaran mereka berangkat kembali. Jadi untuk antisipasi kita saja supaya tidak direpotkan masalah pembayaran pinjamannya,” ujar Roland.

Ia juga menepis kabar yang beredar bahwa KSP Buana Artha Prima akan kolaps/bangkrut. “Masalah rumor yang beredar bahwa Koperasi Buana Artha Prima kolaps itu tidak benar. Tentang kabar tersebut semuanya mempunyai opini masing-masing. Mungkin ada kaitanya tentang stop selling khusus pengajuan yang baru, lalu muncul kesimpulan seperti itu. Lembaga keuangan yang lain pasti sudah mempunyai faktor-faktor pertimbangan untuk antisipasi. Toh kita masih bisa mencairkan pinjaman, sementara ini untuk nasabah yang lama, tetapi dia punya riwayat pembayaran yang bagus,” ungkapnya.

Ditanya akan sampai kapan stop selling ini akan berakhir, Roland tak bisa memastikannya. “Saya pribadi tidak bisa memutuskan, nanti kita adakan rapat pengurus dulu untuk keputusan tersebut. Karena banyak pertimbang faktor dari internal dan externalnya,” pungkas Roland yang kini sedang ada di Semarang. (adi/jay/eko)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.