Home » Bandung » Hingga Sekda Jabar Jadi Tersangka, Santunan KPPS Wafat Belum Cair Juga

Hingga Sekda Jabar Jadi Tersangka, Santunan KPPS Wafat Belum Cair Juga

CIREBON – Hingga hari ini, Santunan untuk petugas KPPS dari Pemprov Jabar yang wafat di Jawa Barat umumnya, dan di Kabupaten Cirebon khususnya, belum juga cair. Padahal baik Pilpres maupun Pileg para pemenangnya sudah ditetapkan bahkan untuk Pileg, ada beberapa daerah yang pemenangnya sudah dilantik.

Belum cairnya santunan tersebut seperti disampaikan Kuwu Gagasari, Kec Gebang, Kab Cirebon, Syarif Abdullah saat diwawancarai Jabar Publisher, Senin (12/8/2019).

Diketahui, di Desa Gagasari ada salah seorang anggota KPPS yang wafat yakni Suad (68 tahun). “Alhamdulillah, sampai hari ini belum cair mas. Justru bukan kita yang berkunjung ke ahli waris, tapi ahli waris lah yang datang ke Kantor Desa untuk menanyakan kapan pencairannya,” kata Kuwu. Ia juga menjelaskan bahwa santunan yang diberikan oleh pemerintah yang sudah direalisasi yakni hanya dari Pemkab Cirebon saja, sebesar Rp 2,5 juta saat masa jabatan Plt Bupati Cirebon Dicky Saromi.

“Saya bahkan antar langsung keluarga ahli warisnya ke Sumber. Selain santunan ahli waris juga dapat piagam penghargaan. Selebihnya saya tidak bisa cerita banyak, entah itu bakal ada santunan dari Pemprov atau dari mana, kahwatirnya kalau tidak cair akan mengecewakan pihak ahli waris. Nanti malah kita yang repot, kita yang dikejar,” terang kuwu.

Untuk diketahui, Gubernur Jabar Ridwan Kamil sebelumnya mengatakan bahwa terkait pencairan santunan KPPS wafat sebanyak 49 orang di Jawa Barat, secara teknis sudah di tangan Sekda Jabar, Iwa Karniwa. Belakangan, Iwa justru ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap Meikarta. Dan posisi Plt Sekda Jabar kini dijabat oleh Daud Ahmad.

Diberitakan JP sebelumnya pada Mei 2019, santunan sebesar Rp 50 juta rupiah yang dijanjikan Pemprov kepada keluarga ahli waris petugas KPPS di Jawa Barat yang meninggal sampai saat ini belum juga cair, padahal Pleno Rekapitulasi KPU sebagai tahap akhir pemulilu, sudah digelar pada tanggal 21 Mei lalu.

Itu artinya apa yang diharapkan oleh keluarga korban seperti yang diungkapkan Johari, Darwini, Suad, dan sejumlah ahli waris petugas KPPS di Kabupaten Cirebon juga belum terealisasi. Untuk Kabupaten Cirebon sendiri, tercatat ada 13 petugas KPPS yang meninggal dalam Pemilu 2019 lalu.

Menanggapi hal itu, Jabar Publisher mewawancarai langsung Gubernur Jabar Ridwan Kamil, Kamis (23/5/2019). Ia mengatakan bahwa saat ini tim-nya sedang memverifikasi data dan alamat para ahli waris KPPS yang wafat termasuk di Kab Cirebon.

“Kan anggarannya sudah ada, nama anggarannya hibah tidak terencana,” ujar Kang Emil sapaan akrabnya. Gubernur juga menegaskan bahwa anggaran tersebut wajib disalurkan karena sifatnya penting dan sudah dianggarkan. “Itu diskresi saya, dikeluarkan oleh saya, pada situasi yang dianggap urgent (penting), ini kan extra ordinary,” tambahnya.

Dirinya juga menyampaikan untuk informasi secara teknis, Jabar Publisher bisa langsung menanyakan langsung kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat.

“Ini kan (tinggal) masalah teknis aja, makanya kalo teknis coba tanyakan ke Pak Sekda ya. Kadang-kadang kan dari gubernur nya sudah (siap) secara prinsip, teknis kan tidak semua dilaporkan ke saya. Jadi mohon maaf saya tidak bisa jawab sepenuhnya,” pungkas Emil. (jay/adi/crd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.