Home » Bandung » Hati-hati! Booking Hotel Lewat “RedDoorz” Banyak Konsumen Kecewa Berat

Hati-hati! Booking Hotel Lewat “RedDoorz” Banyak Konsumen Kecewa Berat

BANDUNG – Pelayanan RedDoorz mengecewakan! Itulah yang dirasakan HS dan RA, konsumen asal Cirebon yang awalnya hendak menginap di RedDoorz Dago 2 Bandung. Bahkan hal ini juga diamini oleh pengelola dari pihak hotel (mitra RedDoorz) yang mengatakan sudah ada ratusan orang sebelum HS dan RA yang juga menyampaikan komplain atas pelayanan jaringan penginapan online bernama RedDoorz ini.

Awalnya HS membooking kamar via online lewat situs www.reddoorz.com pada Kamis (10/10/2019). Ia kemudian memesan sebuah kamar dan langsung melakukan pembayaran via transfer ATM.

Yang paling mengecewakan, disitu (Reddoorz Dago 2 yang dulu bernama Garden Hostel) tidak dicantumkan secara tegas bahwa 1 pesanan hanya berlaku untuk 1 orang. “Ini merupakan hal yang aneh, karena lumrahnya hotel itu bisa untuk berdua, bareng mitra kerja, atau bahkan familly. Sampai di lokasi, pihak pengelola bilang bahwa disini berlaku satu pesanan hanya untuk satu orang. Kalau rekan saya mau nginep juga, ya harus booking lagi dengan cara yang sama,” ujar HS.

Karena sudah larut dan sudah terlanjur sampai di lokasi, Ia akhirnya mengecek terlebih dahulu kamar yang dipesan. HS dan RA terkaget, karena kamar yang disediakan yakni kamar bersama dengan pemesan lainnya. Mirip ranjang-ranjang pada rumah sakit kelas III yang tersusun dua tingkat serta berjajar (kamar domitori).

“Akhirnya saya membatalkan pesanan tersebut, karena tidak sesuai harapan saya dan minta refund (pengembalian uang). Tapi pengelola bilang tidak bisa, harus nunggu 14 hari baru bisa dilakukan pengembalian,” terangnya.

Untuk diketahui, pada menu pembayaran reddoorz.com tertulis dua pilihan yakni “bayar di hotel” dan “bayar sekarang”. HS pun terpaksa memilih menu “bayar sekarang” karena pada menu “bayar di hotel” tidak bisa diklik alias tidak berfungsi. “Jujur, saya sebagai konsumen merasa ditipu secara halus, kalau saja pembayaran dilakukan di hotel, saya juga akan pilih menu itu jadi tidak ribet begini. Tapi pas saya klik, tidak bisa, akhirnya saya langsung transfer. Gak tahunya pas minta uang dikembalikan ribetnya minta ampun, harus via call center dan nunggu 14 hari,” terangnya.

Di sisi lain, di Hotel Dago 2, hanya ada staff hotel biasa dengan produk knowlage yang sangat terbatas, tidak ada perwakilan dari pihak RedDoorz. “Saya tidak menyalahkan pengelola atau yang sedang jaga disitu, karena saya tahu kapasitasnya. Yang disayangkan, kenapa tidak ada petugas dari RedDoorz yang standby, sehingga ketika ada komplain bisa langsung dapat solusinya,” ungkap RA, rekan seprofesi HS.

Atas komplain tersebut, pihak pengelola hotel, Arif Sarifudin alias Ucok menjelaskan, bahwa Hotel Dago 2 baru bekerja sama dengan pihak Reddoorz. “Belum sebulan mas kita kerjasama dengan Reddoorz, sejak tanggal 15 September 2019. Saya hanya menjalankan tugas saja, jika ada pelanggan yang komplain suruh menghubungi custamer service. Dan selain pak HS dan pak RA, sebelumnya juga ada ratusan customer yang komplain, akhirnya mereka marah-marah kepada petugas. Saya juga sudah sampaikan hal ini kepada owner dalam rapat, tapi tidak ada perubahan. Akhirnya selalu saya yang kena marah customer. Jadi saya senang kalau memang ada media yang mempublikasi ini,” kata Ucok yang mengaku sudah bekerja belasan tahun di sana.

Sementara itu, saat dikonfirmasi JP via telepon di nomor 021 – 80629666, seorang CS bernama Sukarno menjelaskan bahwa semua keluhan konsumen akan disampaikan kepada bagian terkait. “Untuk yang tidak bisa diklik (bayar di hotel), kita akan sampaikan ke bagian IT nya juga keluhan konsumen lainnya. Maaf untuk info manajemen Reddoorz saya tidak bisa memberikannya, tapi saya juga bisa menyampaikan statment untuk media,” katanya via telepon.

Terkait solusi (hotel pengganti), akhirnya HS diminta transfer sejumlah uang untuk dicarikan hotel pengganti. Karena sudah malam dan tidak bisa refund saat itu juga, akhirnya HS dan RA terpaksa memilih hotel mitra Reddoorz lainnya yang juga masih di kawasan Dago – Bandung.

Untuk diketahui, para konsumen Reddoorz juga berharap keluhannya bukan hanya ditampung oleh CS, melainkan harus ada perubahan sikap, perubahan prosedur, juga perbaikan pelayanan serta solusi, agar tidak ada lagi konsumen yang merasa dirugikan. (jay/adi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.