Home » Bandung » Melihat Langsung SPRSLU Sukabumi, Sri Rahayu: Miris
Anggota Komisi V DPRD Jabar, Hj. Sri Rahayu Agustina Suroto. (foto: jabarpublisher)

Melihat Langsung SPRSLU Sukabumi, Sri Rahayu: Miris

BANDUNG – Beberapa hari lalu, Komisi V DPRD Jawa Barat (Jabar) melakukan kunjungan kerja ke Satuan Pelayanan Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia (SPRSLU) Tresna Werdha, Kabupaten Sukabumi. Ada keprihatinan yang mengganjal dari kunjungan itu. Melihat kenyataan, ada beberapa kekurangan fasilitas dan anggaran untuk memenuhi kebutuhan panti. Padahal, tempat tersebut menampung kaum lansia dari seluruh wilayah di Jawa Barat.

“Kita melihat langsung, disana tak ada ambulan. Padahal, keberadaan ambulan di panti tersebut sangat urgen. Semisal kalau ada yang sakit parah, harus dibawa ke rumah sakit, ambulannya harus meminjam ke luar,” ujar anggota Komisi V DPRD Jabar, Hj. Sri Rahayu Agustina Suroto, saat dihubungi jabarpublisher, Rabu (27/11/2019).

Fasilitas lainnya, sambung dia, adalah terkait lahan untuk pemakaman warga panti. “Yang ada sekarang, lahan pemakaman berada jauh, yakni di Cisaat, Bogor,” sambungnya.

Belum yang lainnya, seperti kursi roda dan pengadaan obat-obatan. “Jumlah total penghuni panti sekarang ada 60 orang lansia. Itu dari beberapa daerah di Jawa Barat, termasuk dari Karawang ada tiga orang. Begitupun dengan anggaran obat-obatan, dirasa belum bisa memenuhi kebutuhan. Saat ini juga ada dua orang penghuni panti yang dalam kondisi sakit parah,” ucapnya.

Anggota Fraksi Partai Golkar ini pun menyoroti soal anggaran lainnya. Salah satunya berkaitan dengan anggaran kematian. “Anggaran kematian untuk penghuni panti dari pemerintah, itu ditarget hanya untuk 15 orang pertahun. Per-orangnya sebesar Rp 1 juta. Sementara kebutuhannya bisa mencapai Rp 1,8 juta. Mirisnya, anggaran ini kenapa harus ditarget untuk 15 orang pertahun? Sementara yang namanya kematian, itu kan takdir, tak bisa diketahui,” katanya.

Untuk itu, kata dia, Komisi V DPRD Jabar mendorong pada pemenuhuan kebutuhan yang paling mendasar, yaitu biaya kesehatan dan biaya perawatan, juga ketika pemakaman. Kami sangat berharap dalam penganggaran, memperhatikan kebutuhan tersebut. Dianggarkan sesuai dengan budget kebutuhan,” pungkasnya. (red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.