Home » Cirebon » Kuwu-kuwu di Cirebon Mulai Galau, Dana Desa Tahap 3 Telat Cair

Kuwu-kuwu di Cirebon Mulai Galau, Dana Desa Tahap 3 Telat Cair

CIREBON – Sejumlah pekerjaan pembangunan infrastruktur desa di wilayah Kabupaten Cirebon terbengkalai dan terhenti lantaran keterlambatan pencairan dana desa tahap tiga. Pihak desa, dalam hal ini Kuwu di masing-masing desa berharap, dana pamungkas tahun 2019 untuk desa ini bisa segera dicairkan, mengingat sisa waktu di bulan Desember yang tinggal 3 minggu lagi.

Salah seorang kuwu mengatakan, pihaknya telah melengkapi dan mengirimkan laporan pertanggungjawaban penggunaan dana desa tahap 1 dan 2 berikut hasil monitoring. Seharusnya, sesuai jadwal, dana desa tahap 3 cair pada bulan Oktober atau November paing telat. Namun hingga awal Desember ini dana tersebut belum juga turun. Terang saja Ia dan sejumlah rekan kuwu lainnya mulai galau.

Keterlambatan pencairan dana tersebut, menurutnya, akan berdampak pada pelaporan penggunaan dana berikutnya yang harus segera disetor untuk kepentingan pencairan dana desa di tahun depan. Serta program yang harus terburu-buru dijalankan untuk memenuhi laporan agar tepat waktu. “Kalau mepet turunnya, kita harus kejar-kejaran dengan program dan laporan. Apalagi kalau pengerjaannya sampai nyebrang tahun, jelas ini akan jadi temuan inspektorat atau BPK. Tapi mau bagaimana lagi, semoga minggu depan dana desa tahap 3 sudah cair ya kang,” cetusnya, Jumat (6/12/2019).

Sejumlah desa di Kab Cirebon rencananya menggnakan DD tahap 3 ini untuk memasang paving jalan penghubung antar blok, melanjutkan pekerjaan tahap 1 dan 2, perbaikan saluran air desa, finishing gedung serba guna, penuntasan rehab kantor desa dan sebagainya. Sedangkan sumber JP salah seorang kuwu lainnya juga mengaku pembangunan gedung serba guna (GSG) di desanya terpaksa harus berhenti karena dana yang ditunggu-tunggu itu belum cair. Untuk diketahui, Dana desa tahap 3 juga akan digunakan untuk keperluan pemberdayaan masyarakat atau kegiatan nonfisik.

“Saya tidak berani ambil resiko melanjutkan pengerjaan infrastruktur dengan cara pinjam dana dulu atau berhutang material seperti kuwu yang di desa anu. Soalnya supplier belum tentu mau dan ini juga kan tidak dibenarkan secara undang-undang. Jadi saya bersikap apa adanya saja, menunggu sampai cair, karena kalau rencana program sudah kami susun,” ungkapnya, Kamis (5/12/2019).

Lain dua kuwu di atas lain pula dengan salah satu kuwu di wilayah Cirebon Timur. Ia memastikan sudah ada beberapa desa di kecamatannya yang sudah cair pada DD tahap 3 ini. “Desa saya memang belum cair, tapi ada empat desa di Kecamatan ini yang sudah cair. Tapi tolong nama saya jangan ditulis,” pintanya sambil mewanti-wanti wartawan.

Tahun 2019 ini penggelontoran dana desa di Kab Cirebon sebesar Rp 1 miliar lebih. Teknisnya yakni digulirkan secara bertahap dalam 3 tahapan dengan prosentase 20% pada tahap 1, 40% pada tahap 2 dan 40% pada tahap 3. “Sisa 40% baru akan dicairkan pada tahap 3 ini. Mohon segera dicairkan karena cuaca juga sudah mulai sering hujan, kondisi seperti ini tidak terlalu bagus untuk mengerjakan pekerjaan fisik,” pungaksnya.

Sementara itu, salah seorang camat yakni Camat Pabuaran, Moch Cholukussurur menegaskan bahwa di tujuh desa yang ada di Kec Pabuaran hingga hari ini, tak satupun desa yang sudah cair untuk DD tahap 3. “Hingga hari ini, Jumat tanggal 6 Desember, di Kec Pabuaran belum ada satu pun desa yang cair,” tandasnya. (tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.