Home » Cirebon » Selama Corona, Desa ini Larang Debt Collector Masuk dan Tagih Utang Warganya

Selama Corona, Desa ini Larang Debt Collector Masuk dan Tagih Utang Warganya

INDRAMAYU – Selama pandemi corona, desa di Indramayu ini berlakukan peratutan melarang masuk debt collector (DC) atau penagih utang dari perusahaan leasing, untuk menagih utang kepada warganya. Jika ada DC ngeyel dan tetap masuk untuk menagih utang warganya, tindakan tegas akan diterima DC tersebut.

Adalah Desa Karanganyar, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, yang berlakukan aturan tersebut. Kuwu Karanganyar, Wartono, mengatakan keputusan itu bahkan berlakukan melalui Surat Edaran Nomor 041.1/10429/IV/2020/Ds.

Peraturan tersebut dibuat berawal dari adanya warga Blok Ajun yang menginginkan surat penangguhan terhadap leasing dari kuwu. Dari sana, jajaran pemerintah desa akhirnya mengeluarkan surat penangguhan karena yang meminta banyak.

“Penangguhan tagihan utang itu juga berlaku bagi bank keliling atau koperasi yang biasanya memberikan pinjaman ke kampung-kampung dengan skala kecil,” ujar Kuwu Karanganyar, Wartono, Jumat (10/4/2020).

Alasan yang melandasi pihaknya membuat kebijakan tersebut, yakni berdasarkan imbauan pemerintah untuk tidak melakukan aktivitas yang bersifat pengumpulan massa.

Dikatakan dia, penangguhan utang yang dibuat Pemerintah Desa Karanganyar, hanya bersifat sementara hingga pemerintah pusat mengumumkan bahwa kondisi Indonesia sudah benar-benar aman dari penyebaran Covid-19.

“Surat penangguhan ini mulai dari 1 April sampai batas waktu yang tidak bisa ditentukan. Kalau merujuk instruksi presiden itu satu tahun, tapi kami menyesuaikan hungga situasi dianggap sudah kondusif. Jadi tidak harus setahun, bisa saja dua atau tiga bulan atau setengah tahun saja,” kata Wartono.

Dia pun menjelaskan, kondisi perekonomian masyarakatnya saat ini sedang tidak stabil akibat adanya pandemi Covid-19. Kuwu yang juga memiliki usaha peternakan ikan lele itu, juga merasakan dampak tersebut.

“Akibat pembatasan aktivitas dan kebijakan lainnya yang dilakukan pemerintah demi mempercepat pemutusan rantai penyebaran virus corona, usaha milik masyarakat tidak berkembang dan sebagain lagi sudah tidak bekerja,” lanjutnya. (red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.