Home » Bandung » Kota Bandung Berlakukan PSBB Tahap III, 14 Check Point Dijaga Ketat 24 Jam

Kota Bandung Berlakukan PSBB Tahap III, 14 Check Point Dijaga Ketat 24 Jam

BANDUNG – Kota Bandung berlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tahap ketiga. Sebanyak 14 check point yang menjadi pintu masuk ke Kota Bandung akan dijaga 24 jam. PSBB tahap ketiga di Kota Bandung berlangsung dari 20 Mei hingga 29 Mei 2020.

Ketua Tim Gugus Tugas ā€ˇPercepatan Penanganan Covid-19 Kota Bandung, Oded M Danial, memutuskan memperpanjang penerapan PSBB maksimal di Kota Bandung.

“Pertimbangan terbesar dari perpanjangan masa PSBB di Kota Bandung adalah aspek kesehatan, yaitu pandemi Covid-19 masih menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Ini diambil karena berbagai aspek, baik kesehatan, aspek ekonomi, sosial keagamaan, tapi kami utamakan aspek kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Keputusan tersebut, kata dia, merupakan hasil dari rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bandung yang dilakukan di Balai Kota Bandung, Selasa (19/5/2020).

“Kami sepakat PSBB dilanjutkan sampai 29 Mei 2020,” ujar Oded.

Menurut Oded, penambahan waktu PSBB ini akan tetap menggunakan payung hukum Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor 21 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) di Kota Bandung.

“Hanya ketentuan waktunya akan diubah,” katanya.

Sementara itu, Wakapolrestabes Bandung, AKBP Yade Setiawan Ujung, mengatakan, karena pemberlakuan PSBB tahap III berbarengan dengan Operasi Ketupat, maka penjagaan di 14 titik pintu chek point pun akan berlangsung selama 24 jam

“Ini dua operasi berbeda, tapi sebenarnya sasarannya hampir mirip. Artinya ada penambahan pasukan juga di sana, dari personel Operasi Ketupat,” ujar AKBP Yade Setiawan Ujung, di Balai Kota Bandung, Selasa (19/5/2020).

“Yang tadinya jam 08.00 hingga 20.00 WIB (PSBB), tetapi di luar itu ada personel Operasi Ketupat,” ucapnya.

Dalam praktiknya, kata Ujung, tidak akan ada perbedaan. Cara bertindaknya hampir sama. Yang membedakan hanya petugas yang berjaga.

“Fokusnya sama memeriksa kendaraan menghindari orang yang mudik, kemudian mengecek pembatasan-pembatasan. Cara bertindaknya sama,” ucapnya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.