Home » Nasional » Si Pembuat Video Lelang Keperawanan bisa Terancam 12 Tahun Penjara, Denda Rp 6 Miliar

Si Pembuat Video Lelang Keperawanan bisa Terancam 12 Tahun Penjara, Denda Rp 6 Miliar

JAKARTA – Selegram pembuat video lelang keperawanan untuk bantu penanganan covid-19, Sarah Salsabila, bisa terjerat UU ITE dan UU pornografi dengan ancaman penjara maksimal 12 tahun serta denda Rp 6 miliar.

Dilansir dari detik.com, Guru Besar Hukum Pidana Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Prof Hibnu Nugroho, mengatakan, aksi Sarah Salsabila dianggap memuat unsur pornografi. Jika sampai ke ranah hukum, kata dia, ada konsekuensi hukuman yang sudah menanti Sarah Salsabila.

Hibnu menuturkan video lelang keperawanan yang diposting di akun @sarahkeihl bisa dijerat Pasal 27 ayat (1) UU ITE dan Pasal 4 ayat (1) UU pornografi. Meski bertujuan untuk menyindir atau ungkapan sarkas untuk mereka yang dianggap tak peduli Corona, tetap saja video yang dibuat Sarah tidak pas.

“Tapi kan dari niatnya kemarin tidak dari motivasi kemarin. Setelah ada hujatan, baru ada bentuk (itu hanya) sarkas, itu kurang pas. Dia sebagai orang dewasa, orang cukuplah mengatakan itu, itu sebuah yang harus diperhitungkan,” kata Prof Hibnu Nugroho, Jumat (22/5/2020).

Untuk pelanggaran dua pasal yang disebutkan di atas sudah ada konsekuensinya. Adapun konsekuensi pidana terhadap seseorang yang melanggar Pasal 27 ayat (1) terdapat dalam Pasal 45 ayat (1) UU ITE yang berbunyi:

(1) Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah)

Bagi oknum yang melanggar Pasal 4 ayat (1) bisa mendapatkan konsekuensi seperti yang sudah diatur dalam UU pornografi Pasal 29, yang berbunyi:

Setiap orang yang memproduksi, membuat, memperbanyak, menggandakan, menyebarluaskan, menyiarkan, mengimpor, mengekspor, menawarkan, memperjualbelikan, menyewakan, atau menyediakan pornografi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling singkat 6 (enam) bulan dan paling lama 12 (dua belas) tahun dan/atau pidana denda paling sedikit Rp250.000.000,00 (dua ratus lima puluh juta rupiah) dan paling banyak Rp6.000.000.000,00 (enam miliar rupiah).

“Tergantung penegak hukum mau diterusin atau tidak. Saya kira itu bentuk pendidikan kepada masyarakat untuk tidak mudah mengucapkan hal-hal seperti itu,” tegas Hibnu. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.