Home » Bekasi » Honor Tak Kunjung Turun dan Disunat, Ketua RT Pertanyakan Nasibnya
KETUA RT 16/06 Kampung Cabang Dua Desa Lenggahsari, Kecamatan Cabangbungin, saat ditemui jabarpublisher.com di rumahnya. (foto: red)

Honor Tak Kunjung Turun dan Disunat, Ketua RT Pertanyakan Nasibnya

BEKASI – Ketua RT 16/06 Kampung Cabang Dua Desa Lenggahsari, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, Orin, mengeluhkan soal honor yang diterimanya. Pasalnya, dia baru menerima honor tiga bulan, sedangkan para Kadus, Kaur dan Staff desa sudah menerima honor 6 bulan. 

Saat dikonfirmasi jabarpublisher.com, Kepala Desa Lenggahsari, Suherman mengatakan melalui pesan singkatnya di WhatsApp, dirinya membenarkan untuk saat ini para Ketua RT baru menerima honor selama 3 bulan. 

“Betul, baru tiga bulan memberikan honor para Ketua  RT,” ucapnya singkat. 

Suherman berjanji kepada seluruh Ketua RT, usai hari raya Idul Adha, pihaknya akan memberikan sisa honor kepada Ketua RT, terhitung dari bulan Juni 2020. 

Namun, Orin mengaku kesal dan kecewa, kenapa hingga saat ini honornya belum juga turun. Hanya dijanjikan Kepala Desa yang belum tentu honornya akan ia terima kedepannya. 

“Saya akan mengundurkan diri sebagai Ketua RT, apabila honor bulan ini tidak dikeluarkan. Sedangkan ini sudah bulan ketujuh (Juli), kapan mau diberikan?” keluhnya, Kamis (30/07/2020). 

“Saya tidak bisa berbuat banyak, dikarenakan saya jadi Ketua RT hampir dua tahun dan tidak pernah sama sekali diberikan SK oleh Kepala Desa. Bukan saya saja yang tidak diberikan SK, tapi hampir semua Ketua RT yang menjabat di kampungnya tidak di SK kan,” sambungnya. 

Orin menambahkan, sebanyak 24 Ketua RT tidak diberikan SK. 

Selain itu, para Ketua RT selama menjabat hanya merima honor sebesar Rp500 ribu per bulan. Sedangkan dari Pemerintah Kabupaten Bekasi, para Ketua RT seharusnya menerima honor Rp700 ribu per bulan. 

“Sisanya kemana lagi? dan tidak ada kebijakkan sama sekali dari Kepala Desa Lenggahsari untuk tambahan honor diambil dari anggaran dana desa (ADD). Sedangkan desa lain ada kebijkannya dari ADD,” ucapnya. 

Di samping itu, Orin tidak mempermasalahkan hal itu, namun dirinya menuntut haknya bisa dikeluarkan dan diberikan, khususnya para RT Desa Lenggahsari. (San)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.