Home » Cirebon » Sehari Pasca-Membunuh, di Sekolah Seperti Tidak Terjadi Apa-apa

Sehari Pasca-Membunuh, di Sekolah Seperti Tidak Terjadi Apa-apa

JATIWANGI – Terungkapnya pelaku pembunuhan terhadap teman dekatnya sendiri sesama satu sekolah sangat disayangkan pihak sekolah SMPN 2 Jatiwangi. Mereka pun kaget ketika ada sejumlah petugas polisi yang tiba-tiba menanyakan AM hari Kamis lalu. Yang mengejutkan sehari setelah pembunuhan pelaku ke sekolah seperti biasa saja seperti tanpa rasa berdosa.

“Kemarin para petugas datang ke sini mencari AM, kami kaget juga, sebab kami tidak tahu permasalahannya apa. Kebetulan waktu itu semua sudah pada bubar, jadi seorang guru mengantarkan petugas ke rumahnya,” ungkap salah seorang guru bidang kesiswaan, Momon SPd, saat ditemui sejumlah wartawan, Sabtu (18/4) pagi.

AM terkenal Supel, Familiar dan Mudah Bergaul

Momon mengatakan setelah mendapatkan laporan dari guru yang mengantarkan para petugas, dan berhasil membawa AM (15), di dalam kendaraan petugas kepolisian dari polres Majalengka itu AM justru mengaku secara terus terang.
“Sejak saat itu kami tidak menyangka bahwa AM bisa melakukan sekeji itu. Beberapa hari yang lalu memang kami sempat mendengar berita penemuan mayat, tapi kami kurang ngeh dengan berita seperti itu,” ujarnya.
Momon mengaku tidak menyangka karena pada hari Selasa, Rabu dan Kamis (sebelum dijemput petugas kepolisian) AM masih terlihat datang ke sekolah sebagaimana biasanya.
“Berdasarkan laporan petugas mayat ditemukan hari Selasa, sedangkan kejadian pembunuhan hari Senin sore, anehnya wajah maupun perilaku AM biasa-biasa saja ketika masuk kelas pada hari Selasa, Rabu maupun Kamis, seperti tanpa ada masalah. Makanya kami kaget,” ungkap Momon.
Selain itu, sambung dia, pelaku sosok yang supel, tidak pendiam, juga tidak banyak bicara, dengan guru-guru juga akrab. ” Makanya kami tidak habis pikir, kok dia tega melakukan hal itu. Dan sebelum sebelumnya mereka berdua baik korban maupun tersangka belum pernah terlibat kasus yang berat, paling hanya baju yang belum dimasukkan atau kancing bajunya yang dibiarkan, hanya itu jenis pelanggarannya, ringan ringan saja, dan kami anggap kenakalan biasa,” jelasnya.
Sementara kepala SMPN 2 Jatiwangi Sudarso SPd mengatakan pihaknya langsung menggelar doa bersama dan menghadiri pemakaman  Garin Sunarya (17).
“Jelas kami merasa terpukul, sebab baik korban maupun tersangka masih satu atap , mereka berdua sekolah disini. Sebagai rasa empati kami menggelar doa bersama. Dan kami berharap agar kejadian ini tidak terulang lagi,” ujarnya singkat. (ain)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.