Home » Bandung » Pengusaha Karawang Diculik dan Dianiaya

Pengusaha Karawang Diculik dan Dianiaya

BANDUNG – Diduga akibat persaingan bisnis jual beli tanah, seorang pengusaha keramik asal Karawang, Haji Edi menjadi korban penculikan dan penganiayaan. Edi pun lapor ke Polda Jabar, namun pelaku belum ditangkap, meski otak penculikan dan penganiayaan itu sudah diketahui.

Diceritakan Edi,penculikan itu terjadi pada Selasa (26/5) jam 13.30 WIB. “Saat itu saya berada di toko saya, Toko Jaya Perkasa, yang berlokasi di Dusun Gandoang, Desa Pangulah Selatan, Kota Baru, Karawang. Kemudian datang ‎beberapa orang ke toko saya pura-pura hendak membeli baja ringan,” ujar Edi kepada wartawan di Apartemen Gateway, Jalan Ahmad Yani, Bandung, beberapa hari lalu.

Edi sempat berbicang dengan sejumlah pria itu, kemudian mengajaknya makan siang. Edi pun bersedia mengikuti mereka dengan membawa kendaraan sendiri tanpa menaruh curiga. Namun di tengah perjalanan, tepatnya di Jomin Barat, Karawang, Edi tiba-tiba dihadang dan diculik. Mobil yang dikendarainya pun dibawa kabur.

Edi ‎kemudian dibawa ke Lembang dan dipaksa menandatangani surat perjanjian terkait masalah tanah. “Selama penculikan itu, saya dipukul dan dianiaya. Selain mobil, uang yang ada di ATM saya sebesar Rp250 juta pun dikuras.” lanjut Edi.

Setelah berhasil memaksa dirinya untuk menandatangani surat tanah, para penculik kemudian meninggalkannya di sebuah hotel di Lembang, Bandung, Senin (1/6). “Saya sudah laporkan kasus ini ke Polda Jabar karena saya sudah tahu siapa otak penculikan ini. Lantaran penculik membawa surat kuasa dari seseorang,” kata Edi.

Otak pelaku yang dimaksud Edi adalah Hajah Y, pemilik salah satu hotel di Bandung. Edi mengaku pernah terlibat jual beli tanah dengan Y. “Pelakunya sudah jelas, tetapi polisi belum menangkapnya. Yang ditangkap hanya keroconya,” tambah Edi. (red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.