Home » Bekasi » Sekda Kab Bekasi: Tak Ada Ganti Rugi untuk Petani Tambak

Sekda Kab Bekasi: Tak Ada Ganti Rugi untuk Petani Tambak

BEKASI – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bekasi, Muhyiddin mengatakan, Pemkab tidak akan mengganti rugi lahan penggarap tambak yang berada di kawasan hutan lindung tempat populasi Lutung Jawa, di Dusun III, RT 01/RW 02, Kampung Muara Bendera, Desa Pantai Mekar, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, dengan alasan lahan tersebut adalah milik negara.“Lahan itu tanah negara, tanah yang dimiliki oleh Perhutani,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya. Dikatakan Muhyiddin, Pemkab Bekasi hanya bisa melakukan pembebasan lahan garapan itu. Dan tanah Perhutani harus dipindahkan dahulu ke suatu wilayah di luar Bekasi. “Solusinya pindahkan tanah Perhutani, seperti ke Sukabumi atau wilayah lainnya. Tetapi ada persetujuan bersama-sama antara pemerintah pusat dan daerah,” ucapnya.

Masih kata Muhyiddin, jika yang menjadi pusat perhatian pemerintah setempat terlebih dahulu adalah kali muara yang sudah mengalami kedangkalan. Sehingga, arus air sungai menjadi lancar maupun arus lalu lintas perahu menuju laut juga lancar. “Kali tersebut harus dikeruk. Sadah ada investor yang mau mengeruk di wilayah itu,” tegasnya.

Sambung Muhyiddin, infrastruktur lebih dulu yang harus dibenahi. Tidak menutup kemungkinan, tempat tersebut bisa menjadi lahan wisata dan harus dilestarikan alamnya. Wisatawan bisa dari lokal maupun dari luar daerah yang ingin mengunjungin tempat tersebut, apabila akses antar laut sudah bagus. “Itu yang menjadi perhatian khusus. Itu juga akan menjadi objek yang banyak dikunjungi masyrakat. Apabila, arus lalulintas lancar ke Tanjung Priok dan Cilincing,” tutupnya.

Hal lain disampaikan Kepala Desa Pantai Bahagia, Kecamatan Muaragembong, Maman Suryaman. Ia mengeluhkan maraknya penebangan liar hingga berkurangnya habitat hutan yang menyebabkan populasi Lutung Jawa terancam punah. Pemkab Bekasi pun diminta untuk segera menangani permasalahan tersebut.

“Kami berharap ada perhatian dari pemerintah. Apalagi, sekarang ini banyak penebangan liar yang mengakibatkan Lutung Jawa hampir punah,” tegasnya. Menurut kepala desa tersebut, penebangan liar ini disebabkan karena adanya penambakan disekitar habitat hutan. Kurang lebih dari luas 25 hektar itu sebagiannya telah digarap oleh sejumlah orang.

Sejauh ini, pihak desa sudah pernah megusulkan kepada pemerintah daerah bekasi, agar menganggarkan untuk pembuatan alat pelindung bagi sekelompok Lutung Jawa disekitar hutan. “Sudah beberapa kali kami dari desa membuat surat permohonan anggaran, namun belum ada respon sama sekali,” pungkasnya. (tle)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*