Home » Cirebon » Drama Kolosal jadi Hiburan Jelang Upacara Penurunan Merah Putih

Drama Kolosal jadi Hiburan Jelang Upacara Penurunan Merah Putih

SUMBER РAda yang menarik dalam rangkaian peringatan HUT RI ke-70 di lingkungan Pemkab Cirebon. Yakni, penampilan drama kolosal sebelum upacara penurunan Bendera Merah Putih di Stadion Ranggajati, Sumber Kabupaten Cirebon, Senin (17/8) sore.

Drama kolosal yang dimainkan oleh ratusan peserta didik tingkat SLTA di Kabupaten Cirebon itu, tentu saja menjadi sebuah hiburan menarik bagi warga, pejabat dan peserta upacara HUT RI di stadion tersebut. Bukan karena emang pemerannya merupakan para peserta didik tingkat SLTA, melainkan juga karena lakon yang dibawakan dalam drama kolosal itu, yakni “Singa Jawa Barat”.

Dalam drama kolosal berdurasi beberapa menit itu, diceritakan tentang perjuangan seorang kyai ternama dari Cirebon yang menjadi tokoh sentral dalam serangan 10 November 1945 di Surabaya. Bahkan, sang kyai Cirebon yang dijuluki Singa Jawa Barat itulah, yang menjadi panutan Bung Tomo dalam melakukan serangan itu.

“Drama kolosal ini merupakan binaan dari Koramil 2011 Astanajapura. Sementara ratusan peserta didik setingkat SLTA yang menjadi pemerannya merupakan gabungan dari beberapa SMA dan SMK di Kabupaten Cirebon. tentunya, sebuah apresiasi pun patut diberikan pada Kodim Kabupaten Cirebon yang membawahi Koramil Astanajapura,” ujar Bupati Cirebon, Sunjaya Purwadi Sastra.

Ditemui usai upacara HUT RI ke 70, Komandan Kodim 0620/Kab.Cirebon, Letkol Inf Aliyatin Mahmudi, mengatakan, sebagai pimpinan di Kodim 0620, dirinya merasa bangga melihat generasi muda di Kabupaten Cirebon bisa berperan dan memberikan sebuah suguhan yang menggugah jiwa patriotisme dan nasionalisme di peringatan HUT RI ke-70.

“Jiwa patriotisme ini harus terus ditanamkan, terutama pada para generasi muda. Saya bangga, ternyata Kabupaten Cirebon masih memiliki generasi-generasi berjiwa patriotik,” ujarnya.

Dalam kaitannya ini, lanjut Dandim, dirinya secara pribadi memberikan apresiasi kepada Koramil 2011 Astanajapura dan para pembina serta para siswa dan siswi yang terlibat dalam drama kolosal tersebut. (bay)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*