Home » Cirebon » Bupati Cirebon Dinilai Lamban Tangani Pasar yang Kebakaran, Inilah Bentuk Protes Pedagang Pasar

Bupati Cirebon Dinilai Lamban Tangani Pasar yang Kebakaran, Inilah Bentuk Protes Pedagang Pasar

CIREBON – Inilah bentuk┬áprotes pedagang Pasar Sumber, Kabupaten Cirebon, terhadap respons Bupati Cirebon Sunjaya Purwadisastra yang dinilai lamban menangani permasalahan pasar tetrsebut, pasca kebakaran, pekan lalu.

Sikap protes dituangkan para pedagang dengan memasang bendera setengah tiang serta replika pocong serta memasang slogan protes bertuliskan “modal gemet endas mumet”, “gage pak kitae butuh mangan”, “innalillahi pasar sumber telah mati”, “pasar terbakar anak kami terlantar”, “pak Bupati cairkan dana kompensasi kami”, “pak tulung wong cilik aja di bebodo bae” serta masih banyak lagi slogan protes yang tertempel.

Seluruh pedagang pasar melakukan ini adalah para pedagang sekedar ingin meluapkan apresiasi sebagai bentuk tidak diamnya para pedagang. Tokoh masyarakat pedagang sekaligus pedagang kain di pasar sumber, Ridwan menuturkan, slogan-slogan yang terpasang kini adalah sebagai salah satu bentuk apresiasi para pedagang agar bisa terus mengawal 4 point tuntutan dari para pedagang kepada Pemerintah Kabupaten Cirebon.

“Pemasangan bendera setengah tiang dan replika pocong itu adalah sebagai bentuk dan menandakan pasar ini sudah mati, serta slogan-slogan yang terpampang itu adalah sebagai bentuk apresiasi serta harapan warga masyatakat pedagang pasar, tetapi bukan hanya harapan saja melainkan bentuk rill di lapangan akibat kebakaran yang berimbas kepada kerawanan sosilal dan pangan,” ujarnya, Selasa (1/9).

Sebenarnya kalimat-kalimat atau replika itu, kata dia, sebagai bentuk yang awalalnya bermula dari musyawarah bersama dan tertuju kepada replika pocong yang menandakan bahwa pasar itu sudah dalam kondisi mati. kalau bendera setengah tiang itu menandakan sebagai salah satu musibah dan duka yang dialami bukan hanya pedagang tetapi keluarganya. Mereka bukan hanya kehilangan lapangan kerja saja melainkan modal juga habis.

“Sesungguhnya bukan melihat dari keterlambatan Pemerintah. Saya yakin Pemerintah pun punya iktikad baik, tetapi kami para pedagang pun berhak mengawal dengan cara memberikan dukungan agar rencana-rencana itu berjalan semaksimal mungkin,” katanya.

Ridwan menambahkan, selain pihaknya memasang slogan-slogan protes serta replika pocong dan bendera setengah tiang, rencananya juga, lanjut dia, Selasa sore ini sekitar jam 15.00 WIB akan menggelar istighosah dan do’a bersama yang akan dilakukan di halaman depan pasar sumber serta besoknya (Rabu,red) para pedagang beraudiensi dengan Komisi 2 DPRD Kabupaten Cirebon.

“Kita harapkan dengan ini semua adalah suatu hal yang klimaks dari semua harapan yang sudah dilalukan melalui pesan tulisan, replika dan do’a bersama. Berharap juga Pemerintah bisa bersama-sama dengan kita mengurai solusi,” pungkasnya. (gfr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*