Home » Karawang » Gebang Karawang » Wakil Rakyat Karawang Banyak yang Makan Gaji Buta

Wakil Rakyat Karawang Banyak yang Makan Gaji Buta

KARAWANG – Makan gaji buta. Itulah yang terjadi pada segelintir anggota DPRD Karawang. Mereka jarang ngantor, nahkan nyaris tak pernah datang ke Gedung DPRD Karawang. Terlebih jelang Pilkada Karawang 2015 ini, para legislator pemalas itu nyaris hanya sekali dalam sebulan terlihat di “Gedung Putih Ahmad Yani”.

Adanya kabar terkait “anggota dewan pemalas” ini bukan datang dari luar. Melainkan langsung disampaikan oleh anggota DPRD Karawang sendiri, yakni H. Timan Sukirman. Anggota Komisi A DPRD Karawang ini mengungkapkan, banyak diantara rekannya wakil rakyat yang jarang bahkan nyaris tak pernah “ngantor”. Tapi, dalam hal pendapatan, baik ituĀ gaji, komisi, tunjangan dan lain sebagainya, mereka mendapatkan jatahnya selayaknya anggota dewan yang rajin ngantor.

“Saya hanya prihatin. Mereka kan wakil rakyat. Mereka duduk di sini sebagai anggota dewan juga karena untuk mewakili rakyat dan menyuarakan aspirasi rakyat. Tapi kenyataannya, apa yang mereka lakukan dan buat untuk rakyat yang mempercainya?” ujarnya.

Dikatakan dia, yang menjadi ironis adalah tidak ada tindakan apa-apa dari Badan Kehormatan (BK) DPRD Karawang. BK kata dia, cenderung diam dan cuek atas kondisi demikian. “Seharusnya ada tindakan, dan bisa tegas terhadap anggota dewan yang malas,” lanjutnya.

Ungkapan senada juga dilontarkan Wakil Ketua II DPRD Karawang, Ajang Sopandi. Politisi dari Partai Gerindra itu mengatakan, BK harusnya bisa bertindak. “Tidak bisa diam. Dalam hal ini BK harus menindak lanjuti setiap ada keluhan terkait kehadiran anggota dewan. Sebab banyak kecemburuan diantara anggota lain, yang sering ngantor,” ucapnya.

Sementara itu, untuk mengkonfirmasi terkait berapa pendapatan total perbulan anggota DPRD Karawang, Sekretaris DPRD Karawang, Agus Mulyana, tidak memberikan jawaban. (bay)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.