Home » Karawang » Gebang Karawang » Mengatasnamakan Kepentingan Warga, Puluhan Pemuda Purwadana “Ontrog” Hotel Resinda

Mengatasnamakan Kepentingan Warga, Puluhan Pemuda Purwadana “Ontrog” Hotel Resinda

KARAWANG – Mengatasnamakan untuk kepentingan warga, puluhan perwakilan pemuda dari Desa Purwadana yang tergabung dalam Karang Taruna dan Forum Peduli Pengangguran Desa Purwadana mendatangi Hotel Resinda. Mereka memprotes pengelola hotel berbintang itu yang melakukan rekrutmen karyawan, tidak memprioritaskan warga sekitar.

Kedatangan perwakilan warga Desa Purwadana ini diterima oleh HRD Hotel Resinda, Riko Orlando. Dalam pertemuan itu, salah satu anggota Karang Taruna Desa Purwadana, Hamdani menyatakan, kalau sikap pimpinan Hotel Resinda terkesan tidak menghargai warga. Karena Hotel Resinda hanya memperkerjakan warga setempat sebanyak 5 orang, dari total keseluruhan karyawan sebanyak 87 orang.

Padahal menurut Hamdani, seharusnya suatu perusahaan yang berdiri di suatu wilayah harus mengutamakan warga setempat untuk dipekerjakan, sebagaimana amanah Perda No. 1 Tahun 2011 tentang ketenagakerjaan. Warga juga mengancam, jika tuntutannya tidak dipenuhi management hotel, maka warga akan melakukan aksi demonstrasi.

Namun yang terjadi, Hotel Resinda justru lebih banyak mempekerjakan warga di luar daerah. “Kalau kenyataannya seperti ini, lantas apa manfaatnya keberadaan hotel untuk kepentingan warga sekitar. Bila tuntutan warga ini tidak dipenuhi, maka kami akan turun aksi untuk menolak kehadiran Hotel Resinda dan menutupnya dengan paksa,” tutur Hamdani.

Ketua Forum Peduli Pengangguran Desa Purwadana, Dedi Noor Iskandar juga mengatakan, ia sendiri mengaku kaget ketika mendengar pernyataan dari HRD Hotel Resinda Riko Orlando yang menyatakan bahwa Hotel Resinda sudah melakukan rekrutmen dan sudah ada yang diterima 87 orang. Yaitu dimana 5 orang adalah dari warga Desa Purwadana.

“Padahal kita sudah ada kesepakatan untuk rekrutmen karyawan satu pintu, dimana sampai saat ini ada 12 orang yang masih setatus Hold untuk lanjut ke tes psikotes. Namun pada kenyataannya Pihak Hotel sudah melakukan rekrutmen tanpa kita ketahui,” katanya.

Ditambahkan Dedi, sikap pihak management hotel seperti ini tentu telah membuktikan kalau pihak hotel telah mempermainkan kerjasama yang sudah dibuat oleh lembaga yang ditunjuk oleh desa.

“Kita terus menunggu dengan sabar dan percaya, tapi ternyata malah tiba-tiba mereka sudah ada karyawan yang begitu banyak bekerja di hotel. Kami mengindikasi semua adalah titipan dari orang dalam Hotel Resinda sendiri,” tudingnya.

Sementara itu, dari pantauan Jabar Publisher, di sekitar lokasi (Kompleks Resinda) juga terdapat rumah bordil berkedeok tempat spa keluarga. Ironisnya, tempat tersebut tidak pernah “tersentuh”, bahkan dari sejak buka beberapa tahun lalu sampai sekarang tetap aman. Pertanyaannya, kalau untuk kepentingan warga, kenapa keberadaan rumah bordil berkedok tempat spa itu tidak pernah diprotes? (zens/bay)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*