Home » Karawang » Ini Alasan Kenapa “Pasar PSK” Cilodong Purwakarta Tak Bisa Dimusnahkan

Ini Alasan Kenapa “Pasar PSK” Cilodong Purwakarta Tak Bisa Dimusnahkan

PURWAKARTA – Ini alasan kenapa “pasar PSK” Cilodong Purwakarta sulit dimusnahkan. Meski sepanjang jalan sudah disulap menjadi sentra penjualan tanaman, namun keberadaan perempuan malam penjaja seks di kawasan Cilodong, Bungursari Purwakarta tetap marak. Bagaikan sebuah pasar, di malam hari puluhan perempuan berpenampilan aduhai berjejer di depan warung-warung sepanjang jalan menuju pintu Tol Cikopo. Pemandangan ini seolah abadi dan menjadi ikon Cilodong, Purwakarta.

“Keberadaan PSK-PSK yang mangkal di sini (Cilodong) sudah terjadi sejak lama, puluha tahun. Meski sudah dibersihkan, tetap saja mereka (PSK) datang lagi dan mangkal lagi disini,” ujar Dadang (nama samaran), pemilik sebuah warung di kawasan Cilodong, Bungursari, Purwakarta.

Dikatakan dia, keberadaan PSK di Cilodong memang tidak resmi. Namun demikian, mereka (PSK, germo dan pemilik warung) diberikan “keamanan” dalam menjalankan bisnis haramnya. “Kalau tidak aman gak mungkin kita berani buka,” lanjutnya.

“Keamanan” keberadaan bisnis lendir di Cilodong memang benar adanya. Terlihat, meski ada patroli aparat, mereka (PSK dan warem) “tak tersentuh”. Para PSK juga terlihat begitu nyaman menjajakan dirinya kepada setiap kendaraan yang melintas di kawasan tersebut. “Kalau ada apa-apa, seperti raziaan, sebelumnya kami suka dikasih tahu,” ucap Dadang sembari menyembunyikan identitas siapa yang memberitahukannya.

Dalam operasionalnya, para PSK di Cilodong ada yang “dipelihara” oleh warung, ada pula yang “dipelihara” oleh germo. Untuk PSK yang “dipelihara” warung, setiap┬ámelakukan transaksi, si konsumen mesti terlebih dulu minum di warung tersebut. Setelah itu, eksekusi dilakukan di kamar yang memang sudah disediakan oleh pemilik warung, di belakang warung.

Sementara untuk PSK yang “dipelihara” germo, eksekusi biasanya dilakukan di kamar kontrakannya, yang ada di pemukiman warga di Cilodong. “Kalau mau ‘maen’ tinggal ke belakang aja, ke kontrakan saya. Aman kok udah biasa. Semua yang mangkal disini juga melakukan itu dan kamarnya sama di belakang,” ujar Neni (22), PSK Cilodong. (bay)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*