Home » Cirebon » Ketua DPRD Kota Cirebon Baku Hantam dengan Mahasiswa, Warga Pertanyakan Proses Hukumnya
Ketua DPRD Kota Cirebon Baku Hantam dengan Mahasiswa, Warga Pertanyakan Proses Hukumnya

Ketua DPRD Kota Cirebon Baku Hantam dengan Mahasiswa, Warga Pertanyakan Proses Hukumnya

KOTA CIREBON – Aksi baku hantam yang dilakukan Ketua DPRD Kota Cirebon, Edi Suripno dengan mahasiswa pendemo di Gedung DPRD Kota Cirebon, Kamis (7/4/2016), menjadi sorotan warga setempat. Selain heran, warga Kota Cirebon juga mempertanyakan keberadaan status hukumnya.

“Kami heran, kok di gedung wakil rakyat masih ada premanisme. Ketua DPRD baku hantam dengan mahasiswa. Itu bagaimana status hukumnya? Apakah pihak kepolisian meprosesnya?” ujar Mardi, warga Kota Cirebon, kepada Jabar Publisher, Jumat (8/4/2016).

Dikatakan dia, dalam hal ini sebagai warga dia melihat apakah hukum benar-benar ditegakkan atau malah sebaliknya. “Biasanya kalau warga biasa yang baku hantam kan suka diproses hukum,” katanya.

Untuk dietahui, peristiwa baku hantam antara Ketua DPRD Kota Cirebon dengan mahasiswa terjadi saat sekelompok mahasiswa melakukan unjuk rasa di Gedung DPRD Kota Cirebon, Kamis (7/4/2016). Aksi demo mahasiswa itu terkait dugaan penjualan aset tanah pemerintah Kota Cirebon.

Baku hantam terjadi saat mahasiswa hendak menemui Wali Kota Cirebon, Nasrudin Azis di Balai Kota. Salah satu dari pendemo yang tergabung dalam Front Mahasiswa Demokrasi (FMD) justru memerintah Ketua DPRD agar memanggil Wali Kota menemui mahasiswa di Gedung DPRD.

Tak terima dengan teriakan mahasiswa itu, Edi kemudian mendatangi mahasiswa pendemo dengan geram. Dia menuding aksi mahasiswa sudah kelewatan. “Otak kalian disimpan dimana?, memerintah wali kota. Saya yang jadi Ketua DPRD saja tidak berani menyuruh wali kota menemui mahasiswa,” ujar Edi dengan nada tinggi.

Mendapati perlakuan tersebut, mahasiswa pendemo pun bereaksi. Salah seorang diantaranya balik melontarkan pertanyaan,”Apa maksud bapak, berkata kita nggak punya otak?”

Mendapati pertanyaan itu, Edi yang sudah tersulut emosi makin menjadi. Dia kemudian mengejar mahasiswa tersebut, hingga melayangkan bogem mentah. Baku hantam pun tak terelakan. Akibat baku hantam itu, seorang mahasiswa mengalami luka di bagian wajahnya. (bay)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Scroll To Top