Home » Cirebon » Kawasan Lumbung Padi di Cirebon Tercemari Limbah Batu Alam

Kawasan Lumbung Padi di Cirebon Tercemari Limbah Batu Alam

CIREBON – Kecamatan Dukupuntang memiliki potensi dari hasil padi yang sangat melimpah. Pasalnya dalam satu tahun Kecamatan Dukupuntang ini areal persawahannya bisa 3 kali panen. Tetapi yang sangat disayangkan Kecamatan Dukupuntang irigasi nya sangat tercemari oleh sedimentasi batu alam.

Kepala UPT Tanbunnakhut Kecamatan Dukupuntang Kabupaten Cirebon, Rojaya mengatakan memang selama ini areal persawahan yang ada di wilayahnya ini hampir seluruh areal persawahan tercemar oleh sedimentasi dari hasil usaha batu alam. “Solusinya ditahun 2016 ini kami UPT akan membuat embung di desa bobos. Diharapkan dengan adanya embung ini bisa bermanfaat airnya yang mengairi persawahan dan bisa diserap oleh areal tersebut dengan kadar air yang sudah tidak tercemar oleh sedimentasi batu alam, “kata Rojaya kepada Jabar Publisher, Rabu (20/4/2016).

Dikatakan Rojaya, pembuatan embung tersebut saat ini sudah dalam proses perencanaan. Diharapkan bulan Juni 2016 ini embung tersebut bisa dilakuakan pembangunan. “Pembangunan embung tersebut sudah dalam proses perencanaan. Kira-kira anggaran yang dibutuhkan sebesar 400 juta, “kata dia.

Embung tersebut berlokasi di desa Bobos Kecamatan Dukupuntang Kabupaten Cirebon. Embung itu juga bisa menampung 1000 kibik air dan bisa mengairi 4 Desa di Kecamatan Dukupuntang ini. Diantaranya Desa Bobos, Desa Dukupuntang, Desa Girinata dan Desa Cipanas. “Diharapkan dengan adanya embung ini 2017 khususnya 4 desa tersebut ini tidak ada lagi kata gagal panen. Karena dari 1000 kibik ini bisa mengairi areal persawahan seluas 150 hektar dan lebih diprioritaskan areal persawahan desa Bobos, “ungkapnya.

Memang selama ini, lanjut dia, air di Kecamatan Dukupuntang ini cukup melimpah buktinya bisa 3 kali panen tetapi yang selama ini adalah kendalanya adalah air tersebut tercemar. “Ya kami mendukung relokasi batu alam itu segera dilakukan. Karena dampaknya bukan di Dukupuntang saja tetapi Kecamatan Depok, Plumbon, Jamblang, Palimanan dan Klangenan, “pungkasnya. (gfr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.