JAKARTA – Seorang mahasiswa berinisial BP (21) diciduk Bareskrim Polri. BP dilaporkan Menpora Imam Nahrawi karena memaki-maki dengan kata-kata kotor lewat cuitan di twitter. Cuitan memaki itu berkali-kali dilakukannya.
Atas perbuatannya itu, mahasiswa di universitas negeri di Samarinda itu dijemput paksa oleh anggota Bareskrim Polri. “Penangkapan dilakukan pada Kamis 28 April di Samarinda, Kaltim” jelas Dirtipid Eksus Bareskrim Polri Kombes Agung Setya, Jumat (29/4/2016).
Penangkapan dilakukan setelah Bareskrim mendapat aduan dari Menpora. BP yang diciduk Bareskrim langsung diinterogasi. Dia mengaku hanya iseng saja dan merasa tidak suka kepada menteri. Teman-teman dia sebenarnya sudah menasihati agar hati-hati karena bisa dipidana. Tapi BP nekat terus menghina.
Akhirnya, Bareskrim membawa BP ke kampusnya. Di depan dekan fakultasnya BP mengaku menyesal. Ditemani ibunya, dia membuat pernyataan meminta maaf dan menyesal. Tidak lama, Menpora memaafkan dan mencabut laporannya.
“Tersangka didampingi ibunya dipulangkan paska menpora memaafkan dan mencabut laporannya. Orang tua tersangka sangat mengapresiasi Polri dan Menteri,” tutup Agung. (bay)