Home » Nasional » Jose Mourinho dan Guus Hiddink akan Diboyong untuk Latih Timnas PSSI

Jose Mourinho dan Guus Hiddink akan Diboyong untuk Latih Timnas PSSI

JAKARTA – Dua pelatih sepakbola dunia, Jose Mourinho dan Guus Hiddink akan diboyong pemerintah RI untuk melatih Tim Nasional (Timnas) PSSI. Saat ini, pemerintah tengah menyiapkan dana ratusan miliar rupaih untuk memboyong pelatih tersebut.

Adalah Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, yang mewacanakan akan mendatangkan kedua pelatih kelas dunia itu ke Indonesia. “Kalau tidak Jose Mourinho, ya Guus Hiddink,” ujarnya.

“Wacana ini sudah didiskusikan dengan Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Erick Thohir, walau memang bukan perkara mudah,” kata Imam Nahrawi di Kemenpora, Jakarta, Senin (09/05/2016).

Ia juga mengatakan bahwa selain The Special One, sebutan untuk Jose Mourinho, Imam Nahrawi juga berniat memiliki pilihan kedua yaitu Guus Hiddink guna melatih timnas.

Pertimbangan tersebut dikarenakan mantan pelatih Porto, Mourinho, belum berpengalaman melatih timnas, sedangkan Pelatih Chelsea saat ini, Guus Hiddink dinilai lebih berpengalaman dalam menangani timnas.

“Selain itu, nilai kontrak Mourinho diperkirakan Rp250 miliar untuk satu tahunnya, sedangkan Hiddink masih ada di bawahnya,” kata Imam.

Kemudian ia juga menyebutkan alasan wacana tersebut dikarenakan ingin mendongrak prestasi timnas di level internasional. Dan, mengontrak pelatih asing berkelas dunia juga bukan perkara mudah.

“Ketika timnas dilatih orang asing berkualitas maka asisten pelatihnya haruslah dari Indonesia, untuk pengalaman,” tuturnya.

Sementara itu, terkait prestasi sepak bola Nasional saat ini, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi mengingatkan kepada semua pihak agar bersabar terkait keputusan pencabutan pembekuan di PSSI.

“Kami ingin melihat kesungguhan semua pihak dalam kasus pencabutan PSSI ini, karena juga harus berhati-hati dalam memenuhi persyaratan,” kata Imam.

Menteri Imam Nahrawi juga menjelaskan bahwa pencabutan pembekuan ini memang menjadi salah satu syarat dari FIFA. Dan sebisa mungkin pencabutan pembekuan dilaksanakan sebelum kongres FIFA yang diselenggarakan di Meksiko pada 12 Mei 2016, hal itu atas permintaan FIFA sendiri.

“Ada beberapa hal yang diminta FIFA melalui surat yang dikirimkan ke Mensesneg beberapa waktu lalu, dan kami ingin semuanya sesuai dengan kehendak FIFA,” katanya. (bay)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.