Home » Cirebon » Oknum Guru SMK Dwi Bhakti Ciledug Pukuli Dua Siswa SMK Aljabbar

Oknum Guru SMK Dwi Bhakti Ciledug Pukuli Dua Siswa SMK Aljabbar

CIREBON – Insiden pemukulan guru terhadap siswa, tidak hanya terjadi di Makassar saja. Kemarin, Kamis (11/8) hal serupa juga terjadi di Kecamatan Ciledug, Kab Cirebon. Pemukulan dilakukan oknum guru SMK Dwi Bhakti Ciledug dengan inisial AG kepada Wahyudin Puromo dan Adi Kelas 12 SMK Aljabbar, Kecamatan Pabuaran, Kab Cirebon.

Korban Wahyudin Puromo siwsa SMK Aljabbar mengakui awalnya ia melemparkan kerikil kepada siswa SMK Dwi Bhakti. Merasa tak terima, siswa yang dilempari batu tadi lapor kepada gurunya (AG). “Saya akui awalnya melamparkan batu krikil ke siswa SMK Dwi Bhakti tapi tidak kena. Lalu ada guru SMK Dwi Bhakti sedang naik mobil menghapiri saya. Saya dan Adi dipukuli bagian kepala dan tangan hingga memar di bagian kepala. Setelah saya dipukuli terus saya dimasukkan ke dalam mobil. Di dalam mobil juga saya dipukuli lagi oleh guru SMK Dwi Bhakti itu,” ungkap korban Wahyudin Purnomo.

Sementara Wasriah (50) ibu Adi (korban kedua) mengaku tidak terima dengan prilaku gurutersebut. “Saya tidak terima anak saya dipukuli, emang tidak bisa dibacarakan lagi? Diselesaikan dengan cara baik-baik, jangan main pukul begitu. Sudah seperti ini tidak ada tanggung jawab untuk pengobatan dari pihak SMK Dwi Bhakti. Harapan saya ke depannya jangan sampai terulang lagi guru memukuli siwsa lain,” beber ibu korban.

Di tempat terpisah, Kapolsek Pabuaran AKP Iwan Guwanan SH mengaku sudah mendamaikan kedua belah pihak. “Dari kejadian tersebut akhirnya saya mediasikan. Saya panggil kedua kepala sekolah, korban dan ibu korban untuk membuat kesekepatan agar diselesaikan secara kekeluargaan. Saya juga buatkan MoU untuk kedua sekolah agar jangan sampai ada tawuran antar sekolah di kemudian hari,” tandasnya, jumat (12/8). Sedangkan sebagai langkah antisipasi terjadinya tawuran antar pelajar, pihak polsek sendiri gencar melakukan patroli di jam keluar sekolah. “Kami juga rutin melakukan pembinaan kepada sekolah-sekolah,” pungkasnya. (crd/jp)

One comment

  1. Oleh karena itu mari sama2 membina, mengarahkan, mempersatukan anak didik kita. Klo sdh diselesaikan, tidak perlu ada kepentingan lain setelahnya..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.