Home » Karawang » Gebang Karawang » Jalan Menuju Galuh Mas Bakal Ditutup, Warga Protes dengan Spanduk

Jalan Menuju Galuh Mas Bakal Ditutup, Warga Protes dengan Spanduk

KARAWANG – Rencana penutupan akses Jalan Ulekan menuju Galuh Mas yang akan ditutup oleh Pihak pengembang Galuh Mas, menuai banyak penolakan dari warga sekitar. Mendengar akan ditutupnya akses jalan umum tersebut warga kampung ulekan desa Sukaharja bersepakat menolak penutupan jalan tersebut. “Pemasangan spanduk dan penandatanganan adalah bentuk penolakan kami,” tegas Asep Warga Ulekan Minggu (28/8).

Disampaikan Asep, ini adalah akses jalan umum kenapa akan ditutup? Setahu dia, jalan ini adalah aset daerah kenapa pihak Galuh Mas berencana akan menutup akses jalan tersebut. “Apakah Aset Daerah bisa diperjualbelikan?,” tanyanya.

Pasalnya kata dia, jalan tersebut sudah ada sejak dirinya masih kecil, sekarang usinya hampir 50 tahun lebih berarti jalan ini sudah ada dari dulu. Tapi sekarang pihak Galuh Mas rencana mau akan menutup akses jalan warga.” Ini ada apa Galuh Mas, Pemerintahan Desa, dan Pemkab Karawang,” ujarnya.

Lanjutnya, pada sabtu malam 27 Agustus 2016 warga ulekan mengadakan pertemuan dan disitu ada kepala desa Sukaharja hasil musyawarah tersebut kami sepakat atas nama warga ulekan menolak akan dilakukannya penutupan jalan tersebut. ” Bukannya mendukung warga lurah malah mendukung pengusaha akan menutup jalan warga ada apa ini,” paparnya.

Kalau dilakukan normalisasi dan pelebaran jalan pihaknya sepakat tapi kalau jalan warga ditutup pihaknya tidak sepakat. ” kami akan terus melakukan perlawanan jika benar benar jalan ini akan di tutup,”jelasnya.

Kemudian kata dia, warga ulekan sudah sepakat dan menandatangi di sepanduk ini, selain warga sekitar pengendara motor, sepeda, pejalan kaki, pelajar, diminta untuk menanda tangan di atas sepanduk di papampang di akses jalan tersebut. “Sudah hampir Seribu tandatangan bentuk penolakan penutupan jalan,” Ujarnya.

Sementara itu Andri pengendara motor yang melintas di jalan tersebut berhenti dan ikut tanda tangan bentuk penolakan di tutupnya jalan tersebut. “Saya sering jalan sini mas sehari saya jalan sini bisa 3 kali, ini jalan alternatif menuju Mall KCP, Pustaka, dll. Ini sangat memudahkan para pengendara untuk ambil jalan pintas mas kenapa harus ditutup, bukannya ini jalan umum,” tukasnya. (plz)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.