Home » Cirebon » CSI Demo DPRD: “Memangnya Kami ini Teroris Harus Dipantau”

CSI Demo DPRD: “Memangnya Kami ini Teroris Harus Dipantau”

CIREBON – Ratusan massa dari Koperasi Simpan Pinjam Pembiayaan Syariah (KSPPS) Baitul Mal wa’Tamwil (BMT) CSI Syariah Sejahtera mendatangi kantor DPRD Kabupaten Cirebon guna menuntut dan meminta keadilan bagi CSI.

Karena menurut Koordinator umum yang juga selaku anggota BMT CSI Syariah Sejahtera, Wahyudin Whays mengatakan, CSI selama ini sangat membantu dan menguntungkan bagi masyarakat, tidak pernah merugikan masyarakat.

Disela-sela usai beraudiensi yang hanya ditemui oleh perwakilan dari Sekretariat DPRD Kabupaten Cirebon dirinya merasa kecewa. “Saya kesini menuntut kepada DPRD Kabupaten Cirebon agar pertama stop Intimidasi kepada KSPPS BMT CSI, yang kedua stop Kriminalisasi terhadap KSPPS BMT CSI, yang ketiga stop statement negatif kepada KSPPS BMT CSI dan keempat pulihkan nama baik KSPPS BMT CSI serta kelima berikan kami Hak warganegara untuk hidup sejahtera bersama KSPPS BMT CSI ditanah airnya sendiri, “katanya, Kamis (24/11/2016).

Dikatakan Wahyudin, mengapa tuntutannya seperti itu karena dalam kurun lima tahun, KSPPS BMT CSI Syariah Sejahtera selalu diintimidasai bahkan dikriminalisasikan padahal kalau berbicara legalitas apa yang salah, kalau ada kesalahan dari sisi administrasi itu hal yang wajar. “Maklum kami ini koperasi yang baru tumbuh, makanya pemerintah yang baik, lembaga yang baik itu seharusnya menuntun kami, jangan malah mengkriminalisasi kami, menjust kami, bahwa kami bodonglah apalah itu, kalau bodong maka tuntun kami bodongnya dimana, harusnya seperti itu dong, “tegasnya.

Lebih jauh jauh disampaikan Wahyudin, kenapa pemberitaan miring terus menyudutkan CSI, melakukan seminar kemana-mana, waspada terhadap BMT CSI Syariah Sejahtera. “Maksudnya apa, memangnya kami ini teroris selalu dipantau, kami ini ingin memberikan kontribusi terhadap bangsa ini. Ribuan anak-anak muda telah kami pekerjakan, setiap minggu minimalnya 1000 anak yatim kami santuni. Kalau seandainya BMT CSI selalu diobok-obok maka setiap minggu akan kami datangkan anak yatim piatu ke gedung DPRD ini dan juga akan saya datangkan ke gedung Bank Indonesia (BI.red). Dia (BI.red) adalah oknum yang suka memonopoli ekonomi dibangsa kita dia mementingkan hanya salah satu orang yaitu pengusaha-pengusaha, CSI ini punya rakyat kok kenapa selalu dipojokkan, ini yang selalu jadi kelemahan bangsa kita,” tukasnya. (gfr)

5 comments

  1. Aneh aja, unjuk kekuatan sok jagoan. Ntar waktunya udah bangkrut giliran semua nasabah demo ke manajemen karena uangnya tidak bisa diambil.

    • Dasar wong kampung tdk bs mencerna brta , Baca baik2 bahwa nasabah Csi slma 5 tahun berjalan tidak merasa dirugikan kemudian dikriminalisasi hanya diam . Yg namanya demo yg banyakan, klo sendirian ga bakalan di dengarlah . Org sabar ada batasnya kaliii .

  2. Pak Tongam Lumban Tobing tolong telusuri dan laporkan kerugian nasabah dan uang rakyat yang dipakai untuk dana talangan 6.7 triliun untuk Bank Century… dimana peran dan pengawasan dari ojk nya…yg benar benar sudah merugikan nasabah bank tersebut dan uang rakyat… kenapa Csi yang diributkan, yang jelas sampai saat ini tidak ada satupun anggota nya yang merasa dirugikan… bahkan sebaliknya anggota nya yang disejahterakan dari segi ekonomi.

  3. BRAVO CSI…!!!

  4. utk pemerintah yang berkuasa, kami ini hanya orang chilik (CSI) kami selaku anggota sudah dipekerjakan,diuntungkan,sejahtera dalam hal ekonomi khususnya utk melanjutkan hidup, membiayai anak sekolah dll. kok kenapa tiba2 pemerintah menutup csi begitu sj, ini sangat lucu selaku pemerintah.
    kalo mau mengobok2 ya obok2 saja itu pengusaha yang koruptor yang jelas2 merugikan rakyat ini jelas saya selaku anggota csi dizholimi oleh pemerintah. saya punya anak dan keluarga gara2 ditutup pemerintah saya setiap bulanya tdk ada pemasukan lagi dari csi utk biaya hidup dan anak sekolah.
    mhn bantuannya pak pemerintah, bersikap adil itu adalh bijaksana. jangan bijaksini terus maaf ya pak pemerintah ini adalah fakta dilapangan.

    by. ma. fahroni

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.