TASIK – Rizky Setiawan alias Iwan (34), terpaksa harus berurusan dengan pihak kepolisian lantaran mengaku sebagai anggota Badan Intelijen Negera (BIN). Rizky diringkus Anggota Polres Tasikmalaya Kota di Jalan Letnan Harun, Kota Tasikmalaya. Selasa siang (24/1/2017).Warga lingkungan Margajaya Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang ini, diringkus polisi lantaran menodongkan senajata air soft gun kepada Didin Awaludin (24), warga Banjarsari Ciamis, yang kala itu hendak menagih hutang kepada pelaku.
Menurut korban Didin (24) mengatakan, saat ditanya sejumlah wartawan di ruangan Sentra Pelayan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Tasikmalaya Kota. “Pada saat kejadian saya hendak menagih hutang sebesar Rp 2,5 juta kepada dia, yang sudah dipinjam hampir 2 bulan yang lalu, karena saya takut dia kabur lagi, tadinya saya mau bawa ke kantor polisi, belum sampai kantor polisi, dia malah merebut kunci motor kemudian ia menodongkan pistol kepada saya,” ujarnya.
Ketika melihat pelaku menodongkan pistol, kemudian dirinya langsung menghajar tangan pelaku untuk mengambil pistol tersebut dan berhasil. “Saya langsung berteriak maling, saat itu juga warga dan polisi datang mengamankan pelaku,” jelas Didin.
Didin menceritakan, dirinya bisa kenal dengan pelaku dan bisa meminjamkan uang sebesar Rp 2,5 juta ini, ketika sama-sama kos di wilayah Ciamis. Saat itu dirinya mengenal pelaku ini sebagai anggota BIN yang mengaku bertugas di Polres Ciamis. “Waktu kenal dia ngomongnya anggota intel dan suka memperlihatkan senjata itu (air soft gun), Jadi saya sedikit percaya,” terangnya.
Menurut Didin, saat meminjam uang tersebut, pelaku mengaku buat tambah bayar kontrakan untuk buka butik bersama istrinya. “Saat itu sangat percaya, karena sudah melihat kontrakan untuk buka butik itu, tapi setelah beberapa minggu kembali ke kontrakan itu ternyata tidak buka butik, nah baru dari situ saya merasa tertipu karena hape-nya juga tidak bisa di hubungi,” ujarnya. Adanya kejadian tersebut, kata Didin, dirinya langsung mencari-cari informasi terkait orang tersebut dan di ketahui bahwa orang tersebut merupakan penipu. “Di Ciamis banyak yang tertipu termasuk istri sirinya sendiri,” ujar dia.
Didin mengatakan, dirinya bisa bertemu dengan pelaku lagi setelah dua bulan menghilang karena tidak sengaja ketika melintas di wilayah Rancabango, Kota Tasikmalaya. Saat itu dirinya langsung menyergap pelaku dan terjadi keributan sampai pelaku ini menodongkan senjata. Keterangan foto anggota BIN Polres Tasikmalaya Kota memeriksa pistol yang di bawa pelaku. (and)