Home » Cirebon » 5 Rumah Hanyut & 1.930 Warga Cirebon Mengungsi Akibat Banjir

5 Rumah Hanyut & 1.930 Warga Cirebon Mengungsi Akibat Banjir

CIREBON – Dinas Sosial Kabupaten Cirebon mencatat musibah banjir yang melanda wilayah timur Kabupaten Cirebon adalah musibah banjir terbesar, pasalnya data yang masuk pada Dinas Sosial per-hari ini sebanyak 32 desa di 6 Kecamatan wilayah timur Kabupaten Cirebon seluruhnya terkena dampak.

Kasi Penanggulangan Bencana pada Dinas Sosial Kabupaten Cirebon Nana R. Harun, menuturkan banjir semalam itu dampak yang paling parah adalah Kecamatan Pangenan tepatnya didesa Pengarengan. “Selain Kecamatan Pangenan lima Kecamatan lagi diantaranya adalah Kecamatan Pabedilan, Losari, Astanajapura, Lemahabang dan Kecamatan Waled, tetapi kondisi yang sangat parah selain Pangenan yakni Astanajapura dan Lemahabang,” kata Nana saat meninjau dapur umum di Kantor Dinas Sosial Kabupaten Cirebon, Kamis (16/2/2017).

Bahkan, musibah banjir semalam itu ada 5 rumah yang hanyut terbawa derasnya banjir. “Ada lima rumah yang hanyut, yakni di Kecamatan Lemahabang termasuk desa Lemahabang 2 rumah hanyut dan 3 rumah di Kecamatan Astanajapura tepatnya desa Japura Kidul dan Japura bakti,” jelasnya.

Dikatakan Ang Nana sapaan akrabnya, semalam itu masih banyak yang mengungsi yakni sebanyak 1.930 jiwa. Pengungsi terbanyak berasal dari desa Pengarengan Kecamatan Pangenan. “Semalam Dinas Sosial menerjunkan personil sebanyal 22 orang, perahu karet 1 dari dinsos serta dari Basarnas 1 perahu karet serta dari Polairud 2 perahu karet. Dan para pengungsi ini ada sebagian diungsikan ke kantor desa Pengarengan dan pengungsi dari Kecamatan Astanajapura untuk sementara ini mengungsi di kantor Kecamatan Astanajapura,” ungkapnya.

Masih dikatakan Ang Nana, tim dari Dinsos serta BPBD dan lainnya konsentrasi diwilayah Lemahabang dan Astanajapura pasalnya di BTN Mertapada ketinggian air mencapai 2 meter. “Semalam itu masih ada yang belum diungsikan sebanyak 128 orang kondisinya masih terjebak didalam rumah tepatnya di Desa Pengarengan. Akhirnya sedikit demi sedikit kita ungsikan dengan menggunakan perahu karet karena ketinggian air di Pengarengan sama halnya dengan BTN Mertapada yaitu ketinggian mencapai 2 meter, bahkan informasi yang saya dapatkan sampai hari ini kita masih melakukan evakuasi khususnya di desa Pengarengan,” jelasnya.

Lebih lanjut disampaikan Ang Nana, langkah yang akan diambil oleh Dinas sosial terhadap keenam kecamatan dan ribuan pengungsi tersebut pihaknya akan memberikan bantuan logistik. “Kalau dapur umum kita dirikan di Dinas Sosial, karena kalau kita dirikan dapur umum dilokasi bencana maka akan terus kekurangan dan kehabisan sebelum kita bagikan kepada para pengungsi. Kita setiap hari membuat nasi bungkus untuk didistribusikan kepengungsi, sebanyak 1500 nasi bungkus tiap harinya dan biasanya kita berikan nasi bungkus ini maksimal 3 hari dan bisa lebih,” katanya.

Disamping musibah banjir yang melanda wilayah timur Kabupaten Cirebon dua desa di dua Kecamatan telah terjadi longsor. “Semalam pun kita tinjau lokasi longsor di desa Karang Mangu dan Desa Lebak Mekar. Dari longsor tersebut mengakibatkan 6 rumah rusak,” tukasnya. (gfr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.