Home » Cirebon » Begini Renstra Pembangunan Di Dompyong Wetan Gunakan Dana Desa 2017

Begini Renstra Pembangunan Di Dompyong Wetan Gunakan Dana Desa 2017

CIREBON – Pemerintah Desa Dompyong Wetan, Kecataman Gebang, Kabupaten Cirebon, sudah memiliki rencana strategis (renstra) pembangunan infrastruktur tahun 2017 ini. Anggarannya yakni menggunakan Dana Desa 2017 yang bersumber dari dari Pemerintah Pusat (APBN) dan Pemprov Jabar. Jika cair, nantinya anggaran tersebut akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur dengan komposisi 80 persen dan pemberdayaan masyarakat dengan komposisi 20 persen.

KOMPAK – Jajaran pamong desa di Dompyong Wetan terlihat kompak. Mereka pun selalu siaga melayani masyarakat.

Kuwu Dompyong Wetan Didi Sutadi, kepada jabarpublisher.com, Senin (27/3/2017), merinci sejumlah infrastruktur yang akan diperbaiki juga dibangun. “Untuk infrastruktur yang komposisinya 80 persen dari total anggaran akan saya gunakan untuk rehab kantor Balai Desa, pengadaan mobil siaga Desa, perbaikan jalan lingkungan di dua dusun, yaitu dusun 2 dan dusun 3, serta pembangunan Saluran Pembuangan Air Limbah (SPAL) dan senderan di dusun 1 sampai dusun 3,” kata Didi Sutadi.

SUDAH SAATNYA DIREHAB – Umur balai Desa Dompyong Wetan yang sudah cukup uzur, menjadi alasan kuat untuk direhab kembali.

Masih dikatakannya, untuk pemberdayaan masyarakat sebesar 20 persen dari total anggaran akan Ia gunakan untuk peningkatan kapasitas pendidikan yang meliputi PAUD, TK, MD, Seni Budaya, cabor pencak silat, kepemudaan dan soialilasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDES). “Saya ingin desa kami lebih maju, lebih sejahtera dan lebih baik lagi kedepannya,” terang Didi Sutadi.

Kuwu Didi, juga dikenal sebagai kuwu yang dekat dengan masyarakatnya. Begitu pula dalam mengelola manajemen desa, Ia pun dicap sebagai kuwu yang menaungi/mengakomodir para pamongnya. Hampir 24 jam waktunya Ia abdikan untuk melayani masyarakat. Tak heran jika pada tahun ini akan diupayakan mobil siaga desa.

“Menurut saya, hal ini penting karena saat masyarakat mengalami keadaan darurat, semisal ada warga yang sakit keras atau melahirkan dan tidak memiliki kendaraan, bisa kita bantu sarana transportasinya,” ungkap Didi Sutadi.  (adv/crd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.