PUPR Nomalisasi Jalan KH.Fudholi Dari Anggaran Pemeliharaan Jalan
BEKASI – Bentuk kekecewaan warga Kampung Kebon Kopi, dengan menanam pohon pisang dan menutup akses Jalan KH. Fudholi, Desa Karang Asih, Kecamatan Cikarang Utara beberapa waktu lalu temui titik terang.
Pasalnya, tersumbatnya saluran air yang menyebabkan jalan tersebut tergenang air dan banyaknya bangunan liar. Kini telah dinormalisasi dan tidak ada lagi bangunan liar. Saat ini warga Kampung Kebon Kopi bisa bernafas lega, karena Pemerintah Daerah atau Dinas PUPR Kabupaten Bekasi telah mengatasi hal tersebut dengan turun langsung kelokasi berbekal anggaran pemeliharaan yang dimiliki oleh Dinas PUPR Kabupaten Bekasi.
Sekertaris Dinas PUPR Kabupaten Bekasi, Hendri L mengungkapkan, seperti yang sudah dimusyawarahkan Dinas PUPR dengan Muspika Kecamatan Cikarang Utara lalu dengan RT, RW dan tokoh masyarakat bahwa langkah ini bersifat emergency. “Penanganan pertama yang kita lihat sendiri dengan menormalisasi saluran disisi kanan dan kiri dengan pengerukan lumpur-lumpur dan membawanya lalu membuangnya, ini yang bersifat emergency,” ujarnya.
Dijelaskannya, kemudian nanti dilanjukan ketika kering atau lumpur-lumpurnya sudah tidak ada akan diperbaiki jalan-jalan yang rusak dengan adanya pengurukan atau perbaikan akan dilihat setelah normalisasi dan jalan tidak tergenang air lagi. “Yang sifatnya permanen kita akan tunggu perencanaan keuangan penganggaran di tahun 2018,” katanya.
Melihat kondisi dilokasi tersebut sebelumnya sudah ada pengerjaan drainase pada APBD Perubahan/ABT tahun 2016 lalu. Ketika disinggung terkait buang-buang anggaran pengerjaan drinase pada tahun 2016 lalu di Jalan KH. Fudholi tersebut yang nyatanya saat ini masih digenangi dan tidak bermanfaat bagi warga. Kata Hendri, dirinya mengaku tidak mengetahuinya.
“Kebetulan saya tidak tahu ya bang, sebab saya tahun lalu belum ditugaskan di PUPR. Itu bisa langsung tanya ke pak H. Daniel yang pada saat itu bertanggungjawab dibidangnya. Saat ini kami hanya menangani yang darurat aja dulu,” tegasnya.
Masih kata Hendri, saat ini penganggaran untuk normalisasi ini dari UPTD III sumber anggaran dari pemeliharaan. “Kita kegiatan normalisasi ini menggunakan anggaran dari pemeliharaan UPTD Wilayah III,” tandasnya. (iar)
Jabar Publisher Berita Jawa Barat, Berita Cirebon, Berita Tasikmalaya, Berita Karawang, Berita Bekasi, Berita Bandung