Home » Cirebon » Kab Cirebon » Peringati Hari Kusta Sedunia, Penderita Kusta Jangan Dikucilkan

Peringati Hari Kusta Sedunia, Penderita Kusta Jangan Dikucilkan

CIREBON – Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon dalam rangka memperingati hari Kusta sedunia yang ke 65 tahun 2018 menggelar sosialisasi dan pengobatan dengan tema ‘Perkuat Komitmen Politik Dalam Penanggulangan Kusta dan Pengahpusan Stigma’ yang dilaksanakan di halaman Puskesmas Astanajapura, Rabu (31/1/2018).

Dalam kesempatannya, Kepala Dinas Kesehatan, Enny Suhaeni mengungkapkan, setiap insan manusia itu agar selalu menghargai dan saling peduli apalagi terhadap penderita kusta, penderita kusta perlu dirangkul jangan dikucilkan dengan harapan mereka tidak menutup diri.

“Kami ingin menghilangkan stigma di masyarakat, bahwa penyakit kusta ini jangan ditakuti, tapi penderita kusta ini harus kita rangkul supaya mereka bisa hidup secara normal seperti yang lainnya,” kata Enny.

Berdasarkan data yang tercatat di Dinas Kesehatan, jumlah kusta selama tahun 2017 tercatat 232. Dengan rincian, penderita kusta kering sebanyak 6 orang, dan kusta basah sebanyak 226. “Yang sudah sembuh dari kusta ada 40 orang, dan yang masih dalam pengobatan sebanyak 192 orang,” imbuhnya.

Dikatakan Enny, endemis per kecamatan yang memiliki kasus kusta terbanyak yakni Kecamatan Kapetakan, Losari, Talun, Mundu dan Greged. “Salah satu upaya penekanan kita melakukan pemeriksaan secara rutin ke tiap sekolah-sekolah. Supaya ketika ada yang memiliki gejala kusta akan langsung langsung diobati,” terangnya.

Sementara itu salah satu penderita kusta asal Losari, Rusdin Mujahid (32) mengaku sangat berterima kasih dengan adanya kepedulian pemerintah terhadap penderita kusta. ” Mudah-mudahan pemerintah konsisten memperhatikan penderita kusta, bukan dalam segi kesehatan saja tapi juga ekonomi dan pendidikannya,” kata dia.

Masih disampaikan, kusta bukanlah penyakit kutukan, jika tidak terlambat ditangani bisa disembuhkan. Namun tidak jarang orang itu tidak tahu informasi mengenai kusta sehingga banyak yang telat ditangani.“Makanya sosialisasi ini penting dilakukan, sehingga ketika tahu gejalanya bisa langsung diobati. Saya juga minta untuk penderita kusta tidak takut dan malu. Jangan sampai menutup diri karena penyakit ini,” tandas Rusdin. (gfr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.