Home » Bekasi » Lapas Cikarang Gelar Sosialisasi HIV AIDS Pada Warga Binaan
Lapas Cikarang Gelar Sosialisasi HIV AIDS Pada Warga Binaan

Lapas Cikarang Gelar Sosialisasi HIV AIDS Pada Warga Binaan

BEKASI – Sebanyak 80 orang warga binaan (WB) Lapas Kelas III Bekasi (Lapas Cikarang) diberikan pemahaman mengenai HIV & AIDS serta penyakit menular seksual oleh Generasi Muda Peduli Negeri (GMPN).

“Hal ini merupakan salah satu langkah supaya warga binaan lebih mengetahui asal-usul terjadinya penyakit tersebut dan penularannya serta pengobatannya,” kata Kalapas Cikarang, Kadek Anton Budiharta, usai melakukan kegiatan sosialisasi HIV & AIDS dan penyakit menular seksual bagi warga lembaga pemasyarakatan, Sabtu (07/04/2018) kemarin.

Menurutnya, tidak dipungkiri dengan lamanya masa tahanan, para warga binaan harus lebih dapat menjaga segala tingkah laku, baik sosial maupun individu guna memproteksi diri dari berbagai macam jenis penyakit yang dapat menghinggapinya.

“Ada beberapa yang pernah mengalami penyakit menular ataupun HIV, tentunya ini harus menjadi perhatian supaya ke depannya tidak terjadi,” ucapnya.

Dikatakan Kadek, hal ini merupakan suatu pemahaman yang perlu dicerna oleh setiap manusia, khususnya warga binaan, tentang bahaya penyakit menular seksual dan juga HIV AIDS. “Sebagai bentuk bakti sosial, warga binaan harus lebih paham akan hal tersebut,” ucapnya.

Selain itu, di Lapas Cikarang telah dilakukan screening guna mendeteksi penyakit HIV dan AIDS yang menjangkit warga binaan yang bekerjasama dengan beberapa instansi hingga pengobatan secara rutin.

Oleh karenanya, dirinya pun memerlukan sinergitas antara Lapas dengan instansi lainya dalam rangka mewujudkan Indonesia sehat.

Sementara itu, Dr. Yenny mengatakan, jika seseorang melakukan tindakan yang mempunyai potensi penyakit menular seksual maupun HIV AIDS, untuk tidak segan memeriksakan diri ataupun konseling, sehingga mendapatkan pengobatan yang maksimal.

“Jika merasa mengalami tanda-tanda pada kelamin, jangan melakukan pengobatan sendiri, pasalnya dapat menimbulkan luka yang serius atau menjadikan virus bertambah kebal, sehingga cara yang tepat periksakan ke puskesmas atau dokter praktek dan juga bisa ke RS,” pungkasnya. (fjr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top