Home » Bekasi » Parah! Setelah Oral Sex, TN Lakukan Sodomi Kepada Korban 
Parah! Setelah Oral Sex, TN Lakukan Sodomi Kepada Korban 

Parah! Setelah Oral Sex, TN Lakukan Sodomi Kepada Korban 

BEKASI – Seorang bocah berusia 12 tahun menjadi korban pencabulan. Bocah yang masih duduk di bangku SD itu dipaksa melayani nafsu bejat seorang karyawan di rumah kontrakannya di Jalan Gemalapik RT18/7 Desa Pasir Konci, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi.

Pelaku berinisial TN (39) ditangkap setelah korban mengadukan perbuatan bejat tersebut ke orang tuanya dan diteruskan ke Polres Metro Bekasi. Peristiwa pencabulan ini terjadi pada Minggu (31/12/2017) tahun lalu.

Perbuatan cabul ini bermula ketika korban bersama temannya bermain tidak jauh dari rumahnya di Cikarang Selatan. Tiba-tiba mereka dihampiri pelaku yang mengendarai sepeda motor merek Yamaha Jupiter.

Saat itu pelaku minta diantar ke lokasi penjual burung dengan alasan ingin menjual burung peliharaannya. Korban sempat menolak. Namun, karena diiming-imingi uang Rp50 ribu, akhirnya korban menuruti keinginan pelaku.

“Burung peliharaan pelaku dititipkan ke teman korban. Kemudian korban dan pelaku berangkat menggunakan sepeda motor,” ujar Waka Polres Metro Bekasi, AKBP Lutfhi Sulistiawan, saat gelar perkara, Rabu (11/4/2018).

Rencana menuju penjual burung berubah. Pelaku malah tancap gas menuju ke rumah kontrakannya. Saat itu korban yang masih polos tidak curiga sedikit pun.

Di rumah kontrakan, korban diminta memberi makan burung peliharaannya. Tiba-tiba dari belakang pelaku langsung membuka paksa celana korban. “Korban sempat kaget dan menolak. Tapi diancam pelaku supaya tidak teriak dan diminta diam,” katanya.

Setelah korban tidak mengenakan celana, aksi bejat pun terjadi. Pelaku langsung memegang kemaluan korban dan dimasukkan ke dalam mulutnya selama 3 menit sebanyak dua kali.

Kelakuan bejat pelaku ini tidak berhenti sampai di situ. Pelaku kemudian memaksa korban tidur terlentang di depan televisi sambil menyaksikan film porno melalui handphone.

Sambil mengatakan ‘udah kita adu (alat kelamin) aja’, pelaku memasukkan alat kelaminnya ke dubur korban. Korban sempat meronta. Namun, karena diancam akan dipukul, akhirnya korban disodomi.

Di hadapan petugas, TN mengaku sudah 10 kali melakukan pencabulan. Parahnya lagi, semua korbannya merupakan anak-anak. “Reskrim masih mengembangkan kasus ini. Karena pengakuan pelaku ada 10 korban lainnya,” ucap Lutfhi.

Sementara TN tidak menjawab ketika ditanya motif dari aksi bejatnya. Ia hanya mengatakan dari seluruh korbannya merupakan anak-anak usia belasan tahun. “Paling besar umur 16 tahun,” singkatnya.

Dari kasus ini, polisi mengamankan barang bukti berupa pakaian korban dan pelaku, serta seekor burung dara berikut sangkarnya. TN dijerat Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman penjara maksimal 15 tahun. (fjr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top