Home » Cirebon » Rakhmat Prihatin Masih Banyak Jembatan Belum Permanen

Rakhmat Prihatin Masih Banyak Jembatan Belum Permanen

CIREBON – Jembatan penghubung desa Gesik Kecamatan Tengah Tani dan Desa Setu Wetan Kecamatan Weru hanyut terbawa banjir beberapa waktu lalu. Padahal jembatan ‘Greges’ yang baru diresmikan oleh masyarakat sekitar dan murni dari swadaya masyarakat dan tidak ada sentuhan sama sekali dari pemerintah daerah.

Dan kini masyatakat sekitar bergotong-royong untuk membangun kembali jembatan yang bermanfaat khususnya bagi anak-anak sekolah dasar untuk mengenyam ilmu pendidikan. “Alhamdulillah dengan semangat besar masyarakat, baik masyarakat blok Grewal maupun blok Gesik Desa bergotong-royong membangun jembatan yang telah hanyut beberapa bulan lalu,” kata Barkin warga Setu Wetan, Kamis (03/05/2018).

Dikatakan Barkin, pembangunan pertama memakai kontruksi bambu. Dan kini lanjut Barkin, agar jembatan ini sedikit permanen dan tahan oleh derasnya banjir sungai Cipager, masyarakat sini sangat peduli. “Selain saya berterimakasih kepada masyarakat baik Setu Wetan dan Gesik. Kamipun mengucapkan banyak terimakasih kepada calon bupati Cirebon, Bapak H Rakhmat SE yang turut peduli terhadap jembatan kami,” ungkapnya.

Sementara itu, calon bupati Cirebon, H Rakhmat SE menyampaikan jembatan yang sudah tiga sampai empat kali hanyut terbawa banjir ini. Menurutnya harus segera ambil sikap untuk segera difungsikan kembali jembatan ini. “Masyarakat sini sudah mempunyai hubungan emosional dengan saya. Dan kebetulan saya melintas daerah sini. Untuk menengok, namun sudah berjalan,” kata Rakhmat.

Dikatakan Rakhmat, karena kondisi jembatan sudah mulai dibangun kembali, pihaknya akan membantu sedikit kekurangannya. Karena masyarakat menginginkan secepatnya. “Insya Allah secepatnya bisa digunakan kembali untuk masyarakat sekitat,” kata Rakhmat.

Saat disinggung terkait banyaknya jembatan menggunakan kontruksi dari kayu dan sangat membahayakan bagi penggunanya. Rakhmat menjelaskan sebenarnya pemerintah mampu untuk mengabulkan jembatan ini menjadi jembatan permanen. Namun kendalanya apakah keterbatasan anggaran ataukah bisa jadi keterbatasan pemikiran.

“Insya Allah kalau masyarakat memepercayai kepada pasangan Rakyat untuk memimpin Kabupaten Cirebon ini. Kami sudah berkomitmen dan akan membagunkan jembatan yang belum permanen akan kita permanenkan. Dan saya juga miris di daerah Pasaleman masih ada anak-anak kita untuk menempuh jenjang pendidikan harus mempertaruhkan nyawanya untuk melintasi derasnya sungai Cisanggarung,” pungkasnya. (gfr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.