SIMRS Kacau Ada Selisih Ratusan Juta, BPK Nyatakan RSUD Waled “Belum Tertib” | Jabar Publisher
Home » Bandung » SIMRS Kacau Ada Selisih Ratusan Juta, BPK Nyatakan RSUD Waled “Belum Tertib”
SIMRS Kacau Ada Selisih Ratusan Juta, BPK Nyatakan RSUD Waled “Belum Tertib”

SIMRS Kacau Ada Selisih Ratusan Juta, BPK Nyatakan RSUD Waled “Belum Tertib”

SIMRS Kacau Ada Selisih Ratusan Juta, BPK Nyatakan RSUD Waled “Belum Tertib”

BANDUNG – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Jawa Barat sudah memeriksa semua SKPD di Kab Cirebon pada tahun 2017 lalu. Salah satu hasilnya yakni, RSUD Waled dinyatakan belum tertib penatausahaan persediaan (obat). Fakta ini sebagaimana tertuang dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK tahun 2016 yang ditandatangani langsung oleh Hesti Sunaryo selaku Penanggungjawab Pemeriksaan BPK RI Perwakilan Jabar, dimana salinan dokumennya diterima langsung jabarpublisher.com pada Kamis (31/5/2018) di Bandung. Berikut uraian BPK RI atas hasil audit “Penatausahaan Persediaan” di RSUD Waled yang tertuang dalam LHP halaman 319.

“RSUD Waled Kabupaten Cirebon Rumah Sakit Umum Daerah Waled Kabupaten Cirebon pada tanggal 31 Desember 2016 telah melaksanakan stock opname atas persediaan. Hasil stock opname dituangkan dalam Laporan Cek Fisik Persediaan yang telah disetujui. Direktur Utama RSUD Waled menilai persediaan berdasarkan hasil stock opname adalah sebesar Rp 4.454.237.611,39 yang terdiri dari Persediaan Bahan Pakai Habis sebesar Rp 273.316.268,00 dan Persediaan Bahan Material sebesar Rp 4.180.921.343,39.

Pada tanggal 23 Februari 2017, BPK melakukan pemeriksaan fisik secara uji petik terhadap persediaan pada beberapa jenis obat yang ada di Gudang Farmasi, Depo Rawat Jalan, Depo Rawat Inap, Depo OK dan Depo IGD Kebidanan dengan nilai persediaan sebesar Rp 453.920.173,55. Berdasarkan hasil pengamatan dan cek fisik atas pengelolaan persediaan di RSUD Waled, pencatatan persedian yang digunakan adalah Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS). Berdasarkan keterangan dari Kepala Farmasi bahwa SIMRS untuk pengelolaan persediaan belum bisa digunakan karena banyak terjadi kesalahan.

Hal ini dapat dilihat dengan terdapatnya perbedaan nilai persediaan antara SIMRS dengan pencatatan manual berdasarkan hasil stock opname bulanan maupun tahunan. Perbedaan nilai persediaan antara SIMRS dengan pencatatan manual disajikan pada tabel 3 berikut.

SELISIH – Ada perbedaan selisih yang signifikan antara pencatatan manual dan SIMRS.

Atas perbedaan nilai tersebut pengelola persediaan pada gudang instalasi farmasi berkeyakinan bahwa nilai persediaan yang disajikan adalah menggunakan pencatatan manual dengan berdasarkan kartu stok hal ini karena ketidakyakinan akan SIMRS persediaan yang digunakan, sedangkan untuk masing-masing depo masih menggunakan SIMRS karena pihak depo tidak mempunyai kartu stok sebagai dasar untuk perhitungan manual dan backup terhadap SIMRS. Berdasarkan hasil wawancara dengan Pengelolaan distribusi pengeluaran dan penerimaan obat pada depo-depo, bahwa tidak dibuatnya kartu stock obat dengan alasan, jumlah item obat sebanyak 1.498 item obat dan perputaran yang cepat berdasarkan kunjungan resep setiap hari”.

Untuk diketahui, selain RSUD Waled, ada tiga SKPD lainnya di Pemkab Cirebon yang dinyatakan belum tertib dalam hal Penatausahaan Persediaan di tahun 2016 yakni RSUD Arjawinangun, Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) serta Dinas Perhubungan (Dishub) Kab Cirebon. Meski meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) namun ada sejumlah warning serius dari BPK baik di sektor pendidikan, kesehatan, pemerintahan dan lainnya. (jay/jp)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Scroll To Top