Home » Cirebon » Di Reses Ketua DPRD Kab Cirebon, Usulan Klasik Masih Dominan, Lengkapnya Begini

Di Reses Ketua DPRD Kab Cirebon, Usulan Klasik Masih Dominan, Lengkapnya Begini

CIREBON – Lagi-lagi masalah klasik yang dikeluhkan masyarakat Kabupaten Cirebon, mulai dari pelayanan, infrastruktur dan birokrasi.

Hal tersebut diungkapkan warga masyarakat Desa Keduanan Kecamatan Depok Kabupaten Cirebon, dalam kegiatan reses ketiga Ketua DPRD Kabupaten Cirebon H Mustofa SH di halaman rumah warga blok Kemasan II RT 05 RW 02 Desa Keduanan Kecamatan Depok Kabupaten Cirebon, Rabu (21/11/2018).

Kuwu Desa Keduanan Kecamatan Depok Kabupaten Cirebon, Teja Rahman mewakili warganya mengungkapkan usulan jalan Kabupaten sudah dari tahun 2009 hingga kini belum terealisasi. “Di musrenbangkan sudah, malahan yang mendapatkan usulan tersebut jalan tetangga Desa. Padahal jalur ini jalur antar kecamatan Plumbon – Depok dan Palimanan yang pastinya 24 jam lalu-lalang kendaraan tidak berhenti,” katanya.

Selain itu juga, sebagai pelayan masyarakat, dirinya mengaku sering mengantarkan orang sakit kerumah sakit yang ada di Bandung. Namun yang sangat disesalkan tidak adanya rumah singgah di sekitaran rumah sakit Hasan Sadikin maupun Cicendo.

“Rumah singgah di rumah sakit di Bandung baik Hasan Sadikin maupun Cicendo sangat perlu. Saya merasakan sendiri, masa kita dan keluraga pasien tidur didalam mobil atau tempat ibadah. Ini dikarenakan tidak adanya rumah singgah untuk masyarakat Kabupaten Cirebon, padahal Kabupaten kota lain sudah ada, kenapa Kabupaten Cirebon tidak memikirkannya,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, H Mustofa SH menanggapi keluhan dari masyarakat Keduanan yang diantaranya ialah banyaknya mengenai infrastruktur yang selalu tidak terakomodir. “Usulan-usulan kebanyakan tidak selalu terakomodir. Ini dikarenakan DPRD sebagai fungsi budgeting tidak diberikan tembusan. Minimalnya dewan yang di Dapilnya diberikan tembusan. Tetapi sudah saya support anggarannya kaitan dengan infrastruktur dan penerangan jalan umum yang kini tinggal menunggu realisasinya saja,” kata Mustofa.

Pihaknya pun sangat mengapresiasi kineja Kuwu Keduanan. Dimana kuwu ini benar-benar melayani dan langsung terjun terhadap masyarakatnya. “Selain meminta rekomendasi SKTM ke kami. Banyak juga yang sekaligus meminta biaya untuk bermalam disana. Kalau Kabupaten Cirebon punya rumah singgah disana bisa meringankan beban keluarga yang menunggu disana,” ujarnya.

“Saya tahu persis dan rumah singgah itu sangat penting, pemerintah daerah belum ada iktikad baik. Padahal sudah diusulkan tahun anggaran lalu,” pungkasnya. (gfr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.