Home » Cirebon » Isu Pembangunan Pabrik Baja Di Gebang Resahkan Warga

Isu Pembangunan Pabrik Baja Di Gebang Resahkan Warga

CIREBON – Maraknya isu pengembangan Cirebon Timur menjadi kawasan industri, menimbulkan keresahan di masyarakat. Beredar kabar bahwa salah satu pabrik yang akan dibangun dalam Mega Proyek ini adalah pabrik baja besi. Guna meluruskan informasi yang santer ini, JP melakukan penelusuran apakah kabar itu benar-benar ada atau hanya sekedar hoax?

Lokasi yang akan dijadikan tempat didirikannya Pabrik Besi Baja itu menurut informasi berada di Desa Melakasari, Kec Gebang, Kab Cirebon dengan luas tanah sekitar 311 Hektar.

Mengingat semakin santernya isu itu, Tim JP akhirnya mendatangi Kantor Kuwu Melakasari untuk mendapatkan info valid terkait rencana tersebut.

Kuwu Melakasari, H. Tarmudi, Selasa (4/12/2018) mengatakan, bahwa hingga kini kabar pembangunan pabrik baja itu baru sebatas wacana. “Kalau perencanaan sih ada, tapi sampai saat ini tidak ada kepastiannya. Banyak yang datang ke saya ngaku-ngaku dari PT. Besi Baja Nusantara (BBN) dan menawarkan bahwa tanah di wilayah Melakasari layak untuk pabrik baja besi. Yang pertama ada Pak Yusup yang intinya meminta dilegalitaskan dulu 50 Hektar dari jumlah luas tanah 311 Hektar. Dan sampai sekarang tidak ada kabarnya lagi. Lalu nyusul lagi ada yang namanya Wawan, dia bilangnya artis sinetron. Terus dari Semarang ngaku lagi, namanya Joko Prabowo dan satu nama lagi Ahmad Hartono,” ungkap Tarmudi.

Kuwu menjelaskan, pihak Pemdes Melakasari juga pernah diundang ke Hotel Aston oleh Hartono, Wawan, Yusuf dan Joko Prabowo guna membicarakan tentang lahan untuk PT. BBN ini. “Sampai pada akhirnya isu ini berkembang, semakin banyak yang tahu. Tapi sudah lama sekali tidak ada tidak lanjutannya. Mereka bilang, katanya bulan Desember 2018 ini akan ada pembayaran untuk tanah. Tapi nyatanya semua menghilang,” jelasnya.

Kuwu juga menyayangkan sikap para investor siluman itu karena sebagai pucuk pemerintah di desa, Ia sudah mengeluarkan modal. “Prinsipnya, kalau ada pembayaran ya bisa diurus, soalnya saya juga sudah keluar modal untuk pengukuran tanah guna ijin ke BPN sama biaya buat transport anak buah karena kita membentuk tim,” tegasnya.

Ia juga mengimbau, agar warga Gebang dan sekitarnya berhati-hati dan jangan mudah percaya sebelum adanya bukti nyata, apa lagi sampai mengeluarkan uang dengan dalih yang berbelit-belit. “Jadi sekarang sih harus hati-hati karena sudah pengalaman. Dan anehnya, belum juga ada pembayaran lahan mereka sudah minta ijin tetangga. Jadi saya juga tidak terlalu merespon lagi. Saya hanya ingin uang yang pernah saya keluarkan, segera dikembalikan,” terang kuwu.

Sementara itu, sumber JP lainnya mengatakan bahwa para oknum yang mengaku kepercayaan investor juga meminta uang dari masyarakat sampai puluhan juta rupiah dengan dalih untuk kelancaran proses pembebasan lahan. “Ya mereka menjanjikan bakal memberi sumbangan kalau nanti pabriknya berdiri. Tadinya saya percaya, tapi sekarang saya baru tahu ini hanya akal-akalan mereka saja, karena sampai sekarang tidak ada sedikitpun omongan mereka yang terbukti,” ujar sumber yang namanya enggan dipublish ini.

Sebagai informasi, sejak tahun 2011, Cirebon Timur direncanakan akan dibangun kawasan industri seluas ribuan hektar dimana gerbang utamanya dari Melakasari sampai losari. Hal ini kabarnya yang memicu para investor untuk mencari tanah dimana lokasi yang nantinya bakal menjadi sasaran industri sebelum. Namun hingga 2018 ini kabar tersebut hanya sebatas wacana, hingga Bupati Cirebon ditangkap KPK dan rencana megaproyek tersebut dipastikan semakin sulit untuk terwujud.

Ketua LSM Kompak, Darto meminta KPK untuk mengusut juga dugaan suap investasi salah satunya di Desa Melakasari, Kec Gebang. “Kami meminta KPK agar memeriksa juga dugaan gratifikasi atau fee proyek pembebasan lahan di Cirebon Timur salah satunya pembebasan tanah di Desa Melaka Sari seluas kurang lebih 500 hektar,” ujarnya. (adi/crd/jay)

MUNCUL DI GOOGLE – Berikut wajah-wajah yang muncul di google dengan kata kunci “PT. Baja Besi Gebang”. Siapakah mereka?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.