Home » Bandung » Jelang Tahun Baru 2019, Polda Jabar Sita 23 Juta Butir Petasan

Jelang Tahun Baru 2019, Polda Jabar Sita 23 Juta Butir Petasan

BANDUNG – Polda Jawa Barat berhasil amankan 23 juta butir petasan dari desa Telukagung, Kabupaten Indramayu. Jumlah petasan sebanyak itu berhasil diamankan pihak kepolisian, berdasarkan informasi masyarakat (Jumat, 29/12/18) terkait adanya praktek pembuatan dan penjualan petasan dan ditindaklanjuti Sat Reskrim dan Sat Sabhara Polres Indramayu dengan mendatangi lokasi.

BB – Mobil pengangkut petasan disita sebagai barang bukti.

Setelah melakukan penggeledahan, polisi berhasil mengamankan dan menyita petasan atau bahan peledak low explosive dari tiga pemilik yang dijadikan tersangka, diantaranya CSH, OYM, dan RSM. Dua tersangka, CSH dan OYM berhasil diamankan ke Mapolres Indramayu, sementara satu tersangka lain, RSM, warga desa Telukagung, Blok Bangkir, Kabupaten Indramayu ini berhasil lolos dan menjadi DPO pihak kepolisian.

Hal ini diungkapkan Kapolda Jawa Barat dalam keterangan pers pengungkapan kasus kepemilikan bahan peledak low explosive (petasan) tanpa ijin, di Mapolda Jabar, Jalan Soetta, Bandung, Senin (31/12).

Kapolda Jabar Irjen Pol. Drs. Agung Budi Maryoto, M.S.I. mengatakan bahwa tindakan dari ketiga tersangka melanggar Pasal 1 ayat (1) Undang Undang Darurat RI No. 12 tahun 1951. “Dengan modus operandi, tanpa hak, membuat, menerima, menguasai, membawa, mempunyai persediaan padanya atau mempunyai dalam miliknya, menyimpan, mengangkut, menyembunyikan, mempergunakan sesuatu amunisi atau sesuatu bahan peledak,” jelas Kapolda.

Ketiga tersangka, lanjut Kapolda, ancaman hukuman dengan hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup atau hukuman penjara sementara setinggi tingginya 20 (dua puluh) tahun.

Rincian barang bukti yang berhasil diamankan pihak kepolisian dari tiga tersangka, diantaranya, Sdri CSH pengepul dan pemilik gudang, diamankan 20.120.000 (Dua Puluh Juta Seratus Dua Puluh Ribu) butir petasan; Sdr OYM selaku produsen petasan, polisi sita 1.000.000 (Satu Juta) butir petasan; dan dari Sdr RSM, pemilik gudang dan produsen petasan, disita 2.100.000 (Dua Juta Seratus Ribu) petasan, 1 ember besi dan setengah karung bromin, 1 dus dan setengah karung belerang, 1 dus Potasium, setengah karung kecil Potasium. (cuy)

One comment

  1. Petasan (mercon) adalah peledak berupa bubuk yang dikemas dalam beberapa lapis kertas, dan mempunyai sumbu untuk diberi api dalam menggunakannya. Petasan merupakan peledak yang berdaya ledak rendah atau low explosive. Bubuk yang digunakan sebagai isi petasan merupakan bahan peledak kimia yang membuatnya dapat meledak pada kondisi tertentu. Petasan atau mercon dan berbagai tradisi yang menggunakan bahan peledak sangat berbahaya sehingga terdapat pengaturan terkait petasan karena merupakan pelanggaran tindak pidana yang dapat menyebabkan terjadinya kebakaran bahkan dapat menyebabkan meninggal dunia atau dapat menimbulkan marabahaya bagi barang atau harta kekayaan dan bagi nyawa orang lain.

    Kali ini Polda Jawa Barat dan Polres Indramayu berhasil menyita 23 juta butir petasan di desa Telukagung Blok Bangkir Kabupaten Indramayu. Petasan tersebut rencananya akan di jual menjelang tahun baru. Dalam penggerebrekan tersebut polisi berhasil mengamankan puluhan juta petasan jadi serta bahan baku seperti satu ember besi dan setengah karung kecilnromin (br), satu dus dan setengah karung belerang/sulvur (S), satu dus dan setengah karung kecil potasium (Pt), dan satu buah timbangan.

    Terimakasih pak polisi telah menangkap pelaku tersebut sudah sepantasnya mereka mendapatkan hukuman agarpelakunya jera dan tidak mengulangi perbuatannya lagi. UU darurat 1951 yang telah diubah menjadi UU No 12/DRT/1951 mengatur ancaman pidana terkait dengan petasan yang ancamannya bisa mencapai 20 tahun penjara ataupun hukuman mati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.