Home » Cirebon » Waspada Gigitan Nyamuk DBD, Per Januari ini Dinkes Catat Sudah Ada 10 Kasus

Waspada Gigitan Nyamuk DBD, Per Januari ini Dinkes Catat Sudah Ada 10 Kasus

CIREBON – Musim penghujan sudah mulai sering mengguyur wilayah Kabupaten Cirebon. Akibatnya beberapa dampak seperti kasus demam berdarah (DBD) mulai bermunculan.

Dalam minggu ketiga pada bulan Januari tahun 2019 ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon telah mencatat ada 10 kasus yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes Aegypti.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) pada Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Nanang Ruhyana kepada wartawan menjelaskan sampai dengan saat ini ada 10 kasus tersebar di wilayah Kabupaten Cirebon. Diantaranya terbanyak di Kecamatan Gunung Jati dan Kecamatan lainnya.

“Yang terkena kebanyakan kelompok usia dibawah 10 tahun. Karena usia dibawah 10 tahun itu daya tahan tubuh masih rentan. Dan Alhamdulillah korban meninggal dunia tidak ada, mudah-mudahan tidak ada ya. Dan cukup 10 saja ya ga usah banyak-banyak,” kata Nanang Ruhyana, Selasa (22/1/2019).

Diakuinya, setiap tahun kasus DBD di Kabupaten Cirebon mengalami penurunan. Karena, jelas Nanang pihaknya sudah melakukan berbagai upaya semenjak 3 tahun yang lalu yaitu dengan cara menggalakan juru pemantau jentik (Jumantik) dan ini sangat efektif.

“Terbukti dari tahun 2015 hanya 1.247 kasus, tahun 2016 ada kenaikan 1.877 kasus, tapi di tahun 2017 turun secara drastis sebanyak 70persen yaitu hanya 274 kasus dan di tahun 2018 turun lagi menjadi 215 kasus dan sampai Januari minggu ketiga ada 10 kasus,” jelasnya.

Dikatakan Nanang, kalau titik mana saja untuk mengetahui endemisnya, pihaknya belum ketahuan mana yang endemis dan mana yang sporadis. Karena kata dia harus ada penelitian terlebih dahulu. “Tetapi tahun lalu endemis itu di Kecamatan Plumbon, Depok dan Gebang. Dan 3-4 tahun di kecamatan itu selalu ada kasus,” imbuhnya.

Diakhir Nanang menambahkan, karena nyamuk Aedes Aigypti ini suka menggigit pada jam-jam tertentu, maka pihaknya menghimbau kepada masyarakat agar pada jam-jam tersebut untuk selalu waspada. “Menggigit itu kalau pagi sekitar pukul 7-10 dan sore hari pukul 5-7malam. Dan jangan lupa kuras bak mandi secara rutin dan galakkan gerakan 3M (Menutup, menguras dan mengubur),” tandasnya. (gfr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.