Home » Bandung » Penyuap Bupati Sunjaya Dituntut 1,5 Tahun Penjara Plus Denda 100 Juta
SIDANG - Gatot Rachmanto terdakwa kasus suap saat disidang di PN Tipikor Bandung.

Penyuap Bupati Sunjaya Dituntut 1,5 Tahun Penjara Plus Denda 100 Juta

BANDUNG – Sekretaris Dinas PUPR Kabupaten Cirebon, Gatot Rahmanto dituntut hukuman penjara selama setahun enam bulan, denda Rp 100 juta, subsidair kurungan empat bulan. Hal itu menjadi isi tuntutan jaksa penuntut umum dalam sidang lanjutan kasus dugaan suap jual beli jabatan di Kabupaten Cirebon, dengan terdakwa Gatot Rahmanto sebagai penyuap. Sidang digelar di Pengadilan Tipikor Jalan RE Martadinata, Rabu 6 Februari 2019.

Dalam tuntutannya, JPU KPK Arin Kaniasari meminta majelis hakim untuk memutus terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupai secara bersama-sama dan berkelanjutan, sebagaimana diatur dalam pasal 5 ayat (1) huruf b UU Tipikor sebagaimana dakwaan pertama. “Menuntut terdakwa dengan hukuman penjara satu tahun enam bulan, denda Rp 100 juta, subsidair kurungan empat bulan,” katanya.

Usai mendengarkan tuntutan pada sidang kali ini, Gatot dan kuasa hukumnya dijadwalkan bakal mengajukan nota pembelaan atau pledoi. Sidang pledoi akan digelar pada pekan depan. Usai persidangan, keluarga terdakwa yang mengikuti persidangan langsung menangis. Bahkan terdakwa langsung merangkul para kerabatnya.

Kronologi kasus

Seperti diketahui, dalam dakwaan JPU KPK, ‎Gatot dinyatakan memberi uang Rp 100 juta kepada pegawai negeri sipil atau penyelenggara negara, yakni Sunjaya Purwadisastra selaku Bupati Cirebon. Ini berkaitan dengan Sunjaya yang telah mengangkat dan melantik terdakwa Gatot Rahmanto sebagai Sekretaris Dinas PUPR Pemkab Cirebon. Pemberian uang Rp 100 juta tersebut berawal saat Gatot yang mulanya menjabat Kepala Bidang Penataan Ruang Dinas PUPR. Namun, sejak 15 Maret 2018, dia ditunjuk jadi pelaksana teknis sekretaris Dinas PUPR.

Kemudian, ia menyampaikan bahwa ia bersedia didefinitikan sebagai sekretaris, walaupun ia tahu untuk promosi jabatan, perlu praktik setoran uang pada Bupati Cirebon. Lalu, Kepala Dinas PUPR Aviep Suherdian mengusulkan Gatot untuk jadi sekretaris kepada Sunjaya. Pada 3 Oktober, Gatot diangkat dan dilantik sebagai sekretaris Dinas PUPR.

“Pada 19 Oktober, Aviep menyampaikan pesan agar Gatot menghadap ‎Sunjaya untuk menyerahkan uang imbalan karena telah melantiknya. Gatot menyanggupinya dan langsung menghubungi Sunjaya. Dijawab Sunjaya, ‘nanti yang itu titip ke Deni (ajudan) ya’,” ujar penuntut umum.

Uang imbalan dari Gatot itu sendiri baru diserahkan pada 23 Oktober di ruang kerja Gatot. Menyerahkan uang Rp 100 juta di dalam tas jinjing ke Deni Syafrudin selaku ajudan. “Terdakwa mengatakan, ‘Mas titip ke bapak 100’,” tulis penuntut umum memaparkan kronologi.

Deni Syafrudin kemudian melaporkan penerimaan uangnya itu ke Sunjaya dan Sunjaya memerintahkan Deni untuk mentransfer uang tersebut bersama uang lainnya sebesar Rp 250 juta ke Bank Mandiri sebagai sumbangan untuk Hari Sumpah Pemuda Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan,” tulis penuntut umum selanjutnya. (jp/dbs)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.