Gelar Razia, Imigrasi Cirebon Amankan 2 WNA Di “PT. JBI” Desa Kalipasung

Gelar Razia, Imigrasi Cirebon Amankan 2 WNA Di "PT. JBI" Desa Kalipasung
0 Komentar

CIREBON – Kantor Imigrasi Kelas II Cirebon mengamankan dua warga negara asing (WNA) asal China di PT. Jaya Blokmil Indonesia (JBI), di Desa Kalipasung, Kec Gebang, Kab Cirebon, Rabu (6/3/2019) siang. Penangkapan dua WNA ini bermula saat Kantor Imigrasi menggelar razia WNA di sejumlah pabrik yang ada di Kecamatan Gebang.

Berdasarkan informasi dari sumber terpercaya di internal PT. JBI, dua orang yang diamankan itu bernama Zowen dan Xu Kali, keduanya berasal dari China yang bekerja sebagai tenaga ahli mesin. Salah satu pekerja (Xu Kali) bahkan sempat mencoba kabur saat Tim Imigrasi yang didampingi petugas dari Polri dan TNI tiba di lokasi.

Tanpa banyak basa basi, Petugas Kantor Imigrasi itu membawa dua WNA itu ke kantor Imigrasi, diduga karena keduanya tidak bisa menunjukkan dokumen-dokumen yang diminta petugas. “Ya betul ada yang dibawa oleh petugas, malah yang satu sempet mau kabur ke belakang. Tapi akhirnya ketangkep juga. Mereka langsung dibawa tanpa ada perlawanan,” kata sumber sambil menyebutkan bahwa PT. JBI lainnya yang sudah berdiri lebih awal terletak di Palimanan – Cirebon.

Baca Juga:1.600 Anak & Ibu Meriahkan “Gebyar Cegah Stunting” Di Kecamatan PabedilanPNS Ini Tulis Surat Terbuka Dugaan Pungli Oknum Satpam RS Paru Sidawangi – Cirebon

Mendapat kabar tersebut, Jabar Publisher (JP) langsung mendatangi PT. JBI di Jalur Pantura, ruas Jalan Kalipasung – Ender. Sejumlah petugas jaga di pos depan membenarkan adanya peristiwa tersebut. Sedangkan dari pihak manajemen, menurut penuturan petugas jaga, sudah tidak ada di lokasi PT. JBI. “Udah pada pulang semua, besok lagi saja ke sini, kalau mau konfirmasi,” ujar petugas di pos jaga.

Sementara keesokan harinya, Kamis (7/3/2019), kedua WNA tersebut sudah berada di sana dan sudah kembali bekerja di lokasi proyek. Bahkan Xu Kali, WNA berkepala plontos yang bekerja selaku Project Civil PT. JBI ini wara wiri dengan menggunakan sepeda motor. “Ada sekitar 200 pekerja yang bekerja di sini, mayoritas warga lokal kang. Bosnya sih dari Philipina, tapi para WNA yang kerja di sini kebanyakan dari China. Kalau luas lahan sekitar 7 hektar,” ujar salah seorang pekerja.

0 Komentar